Aplikasi SPMB Kota Palu Kembali Dikeluhkan: Nama Calon Siswa Diduga Hilang Sehari Sebelum Pengumuman

Orang tua siswa: Daftar di dua SMP Negeri, tak diterima karena data terhapus, Dinas Pendidikan belum berkomentar

Bukti pendaftaran peserta didik yang diikuti melalui sistim online.F-dok.ist

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Masalah pada aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dikelola Dinas Pendidikan Kota Palu kembali memicu kemarahan orang tua calon siswa. Kali ini, keluhan datang dari Margaretha, orang tua Marvel lulusan SDN 3 Birobuli, yang mengaku nama anaknya tiba-tiba hilang dari sistem sehari sebelum pengumuman hasil seleksi, sehingga tidak diterima di dua sekolah yang didaftarkan: SMP Negeri 6 Palu maupun SMP Negeri 9 Palu.

“Saya cek di aplikasi, kok nama anak saya sudah hilang dari pendaftaran? Entah ini eror sistem atau ada oknum yang sengaja menghapus. Saya punya bukti pendaftaran online bahwa anak saya sudah mendaftar di kedua sekolah itu, tapi hasilnya tidak lulus. Bagaimana mungkin bisa lulus kalau sehari sebelum pengumuman datanya sudah tidak ada di sistem?” ungkap Margaretha kepada awak media, Selasa (8/7/2026).

Ia menegaskan Dinas Pendidikan Kota Palu harus bertanggung jawab atas kegagalan sistem ini, karena kelalaian tersebut langsung merugikan hak pendidikan anaknya.

Keluhan ini bukan yang pertama kali terjadi. Mirawati, warga Jalan Karajalembah, menceritakan hal serupa pernah dialami ponakannya pada tahun lalu. Saat itu, ia sudah menyampaikan protes ke pihak berwenang dan mendapat janji perbaikan sistem, namun kenyataannya masalah yang sama muncul kembali tahun ini.

“Mungkin baru saya atau satu dua orang yang berani bersuara, tapi saya yakin masih banyak siswa lain yang menjadi korban kegagalan aplikasi ini dan tidak menyuarakannya,” tambah Mirawati.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Palu Hartadi Gatot menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak memiliki wewenang mengelola aplikasi SPMB. “Seluruh proses dan pengelolaan aplikasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Kota Palu,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Hardi belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp telah terbaca, namun belum ada balasan yang diterima.(*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *