KONI Sulteng Gelar Pelatihan Wasit ORADO, Cetak Wasit Profesional Menuju PON dan Kejurnas

Diikuti Peserta dari 11 Kabupaten/Kota, Diharapkan Lahir Wasit Berkualitas Hingga Tingkat Nasional

Berita, Olahraga, Sulteng205 Dilihat

Kegiatan TOR Pengprov ORADO Sulawesi Tengah, mulai 5-6 September 2026,bertempat di Aula Kantor KONI Sulteng.

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah resmi membuka kegiatan Training of Referee (TOT) Pengprov ORADO Sulawesi Tengah, berupa pelatihan wasit olahraga domino ORADO, yang berlangsung di Aula Kantor KONI Sulteng, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, dan diikuti peserta yang berasal dari ORADO provinsi  dan 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia Kegiatan TOR Wasit ORADO, Ridwan, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti perwakilan dari berbagai daerah: Provinsi 7 peserta, Kota Palu 1, Kabupaten Sigi 3, Parigi Moutong 2, Poso 3, Toli-Toli 5, Buol 2, Banggai Laut 1, Morowali 4, Bangkep 1 serta Donggala 4. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan wasit yang berkualitas, yang tidak hanya bertugas di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, tetapi juga mampu melaju ke tingkat nasional.

Ketua Harian Pengprov ORADO Sulteng, Wawan, yang mewakili Ketua Pengprov ORADO Sulteng, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah lama dipersiapkan sejak terbentuknya ORADO di Sulawesi Tengah. Ia meminta peserta memahami bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk melahirkan wasit yang berkualitas.

“ORADO adalah salah satu cabang olahraga berprestasi dan sudah diterima oleh KONI Sulteng. Kehadirannya di Sulawesi Tengah sudah bisa ikut dalam eksibisi PON. Saya harap peserta dapat mengikuti seluruh materi dengan fokus, sehingga mampu menjadi wasit yang profesional dalam setiap pertandingan domino di daerah ini,” ujar Wawan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Bidang Wasit Pengurus Besar (PB) ORADO, Isra Prasetya Idris, S.S., S.Kom. Dalam sambutannya, Isra menyampaikan salam dari Ketua Umum PB ORADO dan menegaskan bahwa ORADO dikembangkan secara bersama dengan pola yang cepat, terukur, dan sistematis.

ORADO lahir dan dideklarasikan pada 7 Januari 2026, meskipun persiapannya telah dilakukan sejak 2025. Deklarasi tersebut dihadiri oleh 38 Pengprov se-Indonesia dan 309 Pengcab di seluruh negeri. Pada 21 Mei 2026, ORADO resmi menjadi cabang olahraga ke-82 yang diakui di Indonesia.

“Setiap cabang olahraga tidak akan berguna jika tidak memiliki wasit yang profesional, karena yang dikejar adalah prestasi. Oleh karena itu, diawali dengan TOT bagi seluruh wasit di tingkat pusat, lalu dilanjutkan TOR di seluruh provinsi, kemudian kejurcab, kejurprov, hingga kejurnas untuk kategori yunior dan senior,” jelas Isra.

Ia menekankan bahwa tidak ada alasan bagi KONI untuk tidak memasukkan ORADO sebagai cabor, karena ORADO telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan. “Kami berharap ada keseriusan dari seluruh peserta dalam mengikuti TOR ini, karena setelah materi teori akan dilaksanakan ujian praktik. Peserta wajib menguasai aturan, memahami kode etik, dan mampu melihat celah pelanggaran. Banyak hal baru dalam ORADO yang sebelumnya tidak pernah ada dalam aturan permainan domino,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Sulteng, Ifan Taufan, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan TOR ini selama dua hari penuh. Menurutnya, ke depan setiap pertandingan domino dapat berjalan secara objektif dan adil, didukung oleh wasit yang berkualitas dan profesional.

“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, dan berikan kontribusi terbaik bagi kemajuan cabor ORADO di Sulawesi Tengah. Mari kita besarkan ORADO di Sulteng hingga menjadi salah satu olahraga berprestasi yang mampu mengangkat harkat dan martabat olahraga kita yang selama ini belum banyak terlihat,” tandas Ifan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *