Sidang RDP dengan forum mahasiswa. Cipayung berlangsung alot, Rabu (11/03/2026).
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Forum Mahasiswa Cipayung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Sulteng, berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dipimpin Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim dan dimoderatori Hidayat Pakamundi. Dalam acara tersebut, mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan terkait reformasi TNI, termasuk penolakan RUU TNI dan permintaan agar TNI kembali fokus pada tugas pertahanan nasional di dalam barak.

Perwakilan dari IMM Kota Palu menyampaikan bahwa terdapat dugaan pergeseran tugas TNI dari semangat reformasi tahun 1998. Menurut mereka, fungsi TNI seharusnya hanya pada pertahanan nasional, bukan terlibat di sektor lain seperti pertambangan yang menjadi kekhawatiran. “Kita sudah berkali-kali menyoroti hal ini melalui aksi, namun selalu terputus. Di lini pertambangan, ada indikasi TNI memiliki peran, meskipun masih dugaan sementara,” ujar perwakilan mahasiswa.
Pihak Kodam Palakawira yang hadir menyampaikan bahwa semua tuntutan mahasiswa telah dicatat dan akan disampaikan kepada kepemimpinan di pusat, dengan alasan TNI sebagai alat negara yang menjalankan tugas sesuai yang diberikan.
Mahfud Masuara dari Komisi I DPRD Sulteng menanggapi bahwa persoalan reformasi TNI berkaitan dengan komando yang terpadu, dan secara kelembagaan DPRD Sulteng akan memformulasikan masalah ini untuk dibawa ke DPR RI guna mengklarifikasi regulasi yang berlaku.
Selain itu, terkait dugaan keterlibatan TNI dalam mendukung aktivitas tambang di Sulteng, forum tersebut juga menuntut tegaknya yurisdiksi hukum yang adil bagi prajurit TNI, penolakan peraturan pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme, serta penindakan tegas dan kejelasan hukum atas segala tindakan represif aparat TNI. ***








