Rakorda Bangga Kencana Sulteng 2026: Transformasi Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rakorda Program BanggaKencana dihadiri wakil gubernur Sulteng, dr.Reny Lamadjido dan Forkompinda sebagai bukti keseriusan dalam upaya pencegahan penurunan stunting di Sulawesi Tengah.F-nila

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU -Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2026 di Hotel Grand Sya Palu, Kamis (12/03). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, dengan tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden melalui Berani Cerdas, Berani Sehat Menuju Indonesia Emas 2045”.

Wakil Gubernur Sulteng, dr.Reny Lamadjido membuka kegiatan Rakorda Banggakencana 2026, pada Kamis 12 Maret 2026 di Palu.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid. Sebanyak 135 orang hadir secara tatap muka (luring), yang terdiri dari unsur Forkompimda, jajaran OPD-KB 13 kabupaten/kota, Bappeda 13 kabupaten/kota, dan mitra kerja terkait. Sementara itu, sekitar 400 PKB/PLKB mengikuti kegiatan secara daring.

Wakil Gubernur Reny Lamadjido dalam kesempatannya mengharapkan peran serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan program-program Kemendukbangga/BKKBN. Ia menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, program Kemendukbangga khususnya penurunan laju pertumbuhan penduduk telah menunjukkan penurunan yang cukup baik, dengan tag line yang digaungkan: “2 anak lebih sehat dan berencana itu keren”. Meskipun tantangan ke depan semakin berat, Wakil Gubernur meyakini Sulawesi Tengah mampu menghadapinya dan terus menekan laju pertumbuhan penduduk secara optimal.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Sulteng, Tenny C.Soriton, S.Sos.,MM saat menyampaikan sambutan di kegiatan Rakorda Banggakencana tahun 2026.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, S.Sos.,MM dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Bangga Kencana merupakan pilar strategis pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, berdaya saing, dan berkarakter. Keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki peran sentral dalam membentuk kualitas manusia sejak awal siklus kehidupan.

Penandatanganan nota kesepakatan bersama dengan unsur terkait dalam mendukung suksesnya program BanggaKencana di Sulawesi Tengah.

Indonesia saat ini masih berada dalam periode bonus demografi yang menjadi peluang strategis namun bersifat sementara. Tanpa pengelolaan dan intervensi yang tepat, bonus ini berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN memiliki mandat untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui penguatan Program Bangga Kencana yang dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap tahapan siklus kehidupan keluarga.

Tampak para peserta di kegiatan Rakorda Program BanggaKencana tahun 2026 di Hotel Grand Sya, Palu.

Sebagai instrumen percepatan pembangunan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN menetapkan sejumlah program prioritas, antara lain: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta pemanfaatan SUPER APPS AI untuk memperluas akses layanan konseling dan edukasi keluarga. Selain itu, Pemerintah juga mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non PAUD (MBG 3B) sebagai intervensi strategis berbasis keluarga untuk menurunkan stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan Rakorda program BanggaKencana di Sulawesi Tengah berjalan dengan lancar dan aman.

Tenny C. Soriton juga menyoroti bahwa BKKBN bukan hanya mengurus jumlah anak, tetapi juga menjadi sektor utama (leading sektor) dalam penurunan angka stunting. Saat ini, Sulawesi Tengah memiliki angka prevalensi stunting sebesar 24 persen, sehingga upaya menurunkannya menjadi fokus penting. Ia juga menekankan harapan agar penilaian stunting di daerah tidak hanya mengandalkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Selain itu, tahun 2026 BKKBN kembali melaksanakan pemuktahiran pendataan untuk memastikan akurasi data dalam perencanaan program.

Sesi foto bersama di kegiatan Rakorda Program BanggaKencana tahun 2026.

Dalam Rakorda ini, hadir sejumlah narasumber yang memberikan materi dan wawasan, antara lain Kapoksahli Pangdam XXIII/PW, Kepala Bappeda Sulawesi Tengah, Tim Penggerak PKK Sulawesi Tengah, Kepala SPPG Kota Palu, dan Muh. Rosni, SE, MM (Penata KKB Ahli Madya).

Rakorda tahun 2026 ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kinerja Program Bangga Kencana Sulteng tahun 2025, menyelaraskan kebijakan nasional dengan strategi daerah, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam pemenuhan gizi ibu dan anak, merumuskan tindak lanjut percepatan penurunan stunting melalui MBG 3B, serta mengidentifikasi praktik baik dan inovasi daerah untuk direplikasi di kabupaten/kota lainnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi nasional dan daerah dalam mempercepat transformasi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana sebagai fondasi terwujudnya generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Melalui dialog terbuka dan konstruktif antar pemangku kepentingan, Rakorda ini bertujuan menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, dan merumuskan langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan.(Nila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *