Dorong Sulteng Jadi Penyumbang Kakao Terbesar Nasional, OJK Bangun Ekosistem Pendukung Petani  

Deputi Direktur PVML: Pengembangan dimulai dari skala kecil sebelum masuk pembiayaan lebih besar

SULTENGMEMBANGUN.id, POSO – lSebagai sentra produksi kakao nasional, Sulawesi Tengah mencatat hasil panen mencapai 126.516 ton pada tahun 2025. Capaian ini dapat mendorong Sulawesi Tengah jadi  salah satu penyumbang terbesar komoditas kakao di Indonesia.

Dalam kegiatan Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang digelar di Desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan,  Kabupaten Poso, pada Selasa 13 Oktober 2026, Deputi Direktur Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya (PVML) Aryo menyebut hasil tersebut pencapaian yang luar biasa. Menurutnya, potensi ini harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

“Kita bisa mulai dari hal‑hal kecil terlebih dahulu. Jika ekosistem ini berjalan dengan baik, saya yakin pembiayaan yang lebih besar bisa masuk ke wilayah ini nantinya,” ujar Aryo.

Ia menambahkan, pengembangan kakao tidak hanya bergantung pada aliran dana saja, melainkan kerja sama seluruh pihak mulai dari petani, koperasi, dan lembaga keuangan termasuk PT Pegadaian dan PNM. Pihak OJK juga akan terus memantau dan mengevaluasi jalannya program secara berkelanjutan.

Kepala OJK Sulawesi Tengah Boni Hardi Putra menambahkan bahwa dalam tahap awal pelaksanaan pasti akan ada hambatan, yang nanti akan dijadikan bahan perbaikan bersama. Semangat petani, kinerja koperasi, dan dukungan pembiayaan harus berjalan beriringan agar ekosistem kakao di Kabupaten Poso dapat tumbuh secara efektif dan berkelanjutan.(Nila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *