SULTENGMEMBANGUN.id, MALILI LUWU TIMUR (SulSel)– Kabar duka yang menyelimuti peristiwa jatuhnya pesawat ATR di Maros menyisakan kesedihan mendalam bagi warga Luwu Timur. Salah satu kru yang bertugas dalam penerbangan naas tersebut adalah Farhan Gunawan, seorang Co-pilot muda berbakat yang merupakan putra asli daerah Malili.
Farhan bukan sekadar seorang penerbang; ia adalah simbol harapan bagi pemuda di daerahnya. Sebagai cucu dari mendiang pemilik Hotel Musafir Malili dan keponakan dari pemilik Kafe Lufansa Palopo, sosoknya dikenal sebagai pribadi yang santun dan pekerja keras. Keluarga besar Farhan, termasuk sang ibu yang merupakan adik dari Hj. Amma, kini menjadi pusat simpati dan doa dari seluruh lapisan masyarakat.
Senyum Terakhir di Kokpit
Sebuah foto yang kini viral memperlihatkan Farhan sedang berada di kokpit, tersenyum tenang mengenakan seragam kebanggaannya. Unggahan tersebut disertai doa tulus: “Semoga Allah menolongmu nak.” Kalimat ini kini menjadi sangat menyentuh hati bagi siapa saja yang melihatnya, menggambarkan kasih sayang tak terhingga seorang ibu bagi anaknya yang sedang menjalankan tugas negara di angkasa.
Kehilangan Besar bagi Luwu Timur
Kepergian Farhan dalam insiden di Maros adalah kehilangan besar bagi Bumi Batara Guru. Ia telah membuktikan bahwa anak daerah mampu meraih posisi terhormat sebagai penerbang pesawat ATR melalui dedikasi dan pendidikan yang ketat. Di mata kerabat, Farhan adalah sosok yang membanggakan, yang meski sukses merantau dan berkarier di dunia penerbangan, tetap memiliki ikatan kuat dengan tanah kelahirannya di Malili.
Penghormatan untuk Sang Rajawali
Kini, Malili tidak hanya mengenang Farhan sebagai bagian dari keluarga pengusaha sukses, tetapi sebagai pahlawan dirgantara yang gugur saat menjalankan tugasnya. Doa-doa terus mengalir berharap yang terbaik bagi Farhan dan kekuatan bagi keluarga.
Farhan Gunawan. Dedikasimu di langit nusantara akan selalu dikenang oleh tanah kelahiranmu.(***)







