Sekar Putih Djarot
SULTENGMEMBANGUN.id, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi ekonomi sekaligus memperluas akses pembiayaan di Provinsi Kepulauan Riau melalui rangkaian Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah. Kegiatan yang berpusat di Batam ini mempertemukan pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku industri, akademisi, hingga penyelenggara teknologi keuangan untuk merumuskan langkah nyata memperkokoh ekosistem keuangan daerah.
Rangkaian forum mencakup Strategic Focus Group Discussion, Technical Focus Group Discussion, dan Business Matching, yang dihadiri perwakilan OJK, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS), asosiasi industri, akademisi, serta penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).
Dalam forum tersebut, para pihak membahas potensi unggulan ekonomi daerah, kebutuhan pembiayaan, serta peluang pemanfaatan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, industri digital, dan perikanan. Melalui sinergi ini, OJK mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu memperkuat ekosistem keuangan dan mengoptimalkan potensi ekonomi Kepulauan Riau.
Batam dipilih sebagai lokasi utama kegiatan mengingat posisinya sebagai kawasan industri dan Free Trade Zone (FTZ), kedekatannya dengan pusat ekonomi regional, serta potensinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Penguatan ekonomi digital di Batam membutuhkan pemanfaatan teknologi dan data untuk memperluas akses pembiayaan, disertai peningkatan kapasitas masyarakat dan generasi muda agar mampu menjadi pengguna yang cerdas, talenta yang kompeten, sekaligus pencipta nilai dalam ekosistem digital.
Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK, Sekar Putih Djarot, menegaskan bahwa OJK akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, data, dan inovasi keuangan. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses keuangan, menciptakan nilai tambah, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.(*rls)







