Wakil Walikota Kota Palu Lakukan Sidak di 11 Dapur  MBG, Prioritaskan  Sertifikasi dan Standar Higiene Sanitasi

Wakil Walikota Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin melakukan sidak di 11 Dapur MBG dari 37 Dapur Yang akan Disidak Berikutnya.

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah penerima manfaat, Rabu (23/9/2026). Turut mendampingi Tim Satuan Tugas MBG Kota Palu.

Rombongan meninjau Dapur SPPG Pantoloan, Dapur SPPG Talise 3, SMP Satu Atap Layana Indah, dan SMP Negeri 17 Palu. Sebanyak 11 dari 37 SPPG yang beroperasi di Kota Palu menjadi sasaran pengawasan guna memastikan pelayanan sesuai standar kualitas, keamanan pangan, kebersihan, serta kelengkapan administrasi.

Secara umum, kualitas makanan yang disajikan dinilai baik dan tidak ditemukan masalah serius. Namun, terdapat catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.

“Keluhannya bukan terkait menu sebenarnya, tetapi menu yang kurang bervariasi. Ini menjadi catatan yang nanti akan kami sampaikan kepada SPPG yang menyalurkan MBG ke sekolah,” ujar Wakil Wali Kota Imelda.

Selain variasi menu, aspek pengelolaan limbah menjadi sorotan utama. Sejumlah dapur SPPG dinilai belum memenuhi ketentuan, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Cara pengemasan serta penyimpanan bahan pangan juga perlu disesuaikan dengan standar yang dipersyaratkan.

“Yang paling banyak saya lihat itu pengolahan limbah. IPAL-nya masih menjadi pekerjaan rumah karena belum sesuai ketentuan. Kemudian cara mereka melakukan pengemasan dan penyimpanan barang juga masih minim, sehingga ini menjadi perhatian untuk segera diperbaiki,” tegasnya.

Wakil Wali Kota menegaskan setiap SPPG wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan, meliputi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tenaga juru masak bersertifikat kompetensi, hingga sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar kesehatan lingkungan.

“Kita mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan kepada anak-anak kita yang menjadi penerima manfaat. Karena itu kami turun lebih awal agar mitigasi bisa dilakukan sedini mungkin,” pungkasnya.

Pemantauan berkala ini diharapkan mendorong seluruh SPPG meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, sehingga Program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di Kota Palu.(*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *