Para pemateri dari pusat hadir di acara media gathering yang digelar roleh kantor perwakilan BEI Sulteng, Rabu 30 September 2026 di Palu.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Pertumbuhan investor pasar modal di Sulawesi Tengah terus menanjak positif. Per 31 Agustus 2026, jumlah investor mencapai 289.515 orang — menjadikan Sulteng provinsi ke-20 terbanyak dari 38 provinsi di Indonesia — dengan total aset Rp4.034 triliun. Kota Palu menyumbang 60.881 investor atau 21% dari total provinsi. Secara nasional, jumlah investor telah menembus 31,13 juta, naik 53% dibanding tahun sebelumnya.
Data menarik lainnya: 81,24% investor di Sulteng adalah generasi Gen Z dan Milenial, sejalan dengan tren nasional yang mencatat 78,55% investor berusia muda. Dari sisi pekerjaan, mayoritas (61,45%) berprofesi sebagai karyawan, ASN, guru, serta TNI/Polisi dan pensiunan.
Merespons hal tersebut, KSEI bersama BEI, KPEI, dan Indonesia SIPF menggelar rangkaian sosialisasi dan edukasi di Palu pada 30 September 2026, meliputi media gathering, pengurus Galeri Investasi, training for trainers, hingga kunjungan ke kampus. Sasaran utama: pelajar dan mahasiswa, agar pemahaman pasar modal tumbuh seiring minat berinvestasi.
“Pertumbuhan ini sangat menggembirakan, namun edukasi harus terus berjalan agar investasi dilakukan dengan pemahaman yang benar,” ujar Abdul Azis Albakkar, Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI.(*rls)







