OJK Sulteng Fasilitasi MoU Ekosistem Kakao Poso, Buka Jalan Petani Menuju Pasar Ekspor

Pemerintah Kabupaten Poso, OJK dan Lembaga Keuangan Bersama Bangun Sistem Permodalan dan Pengembangan Kebun Kakao. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU yang diinisiasi oleh OJK Sulteng.

SULTENGMEMBANGUN.id, POSO –  Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus kegiatan Business Matching ekosistem pengembangan ekonomi daerah (PED) komoditas kakao digelar di Kabupaten Poso tepatnya di Desa Pandayora Kecamatan Pamona Selatan. Kegiatan ini menjadi tonggak awal penguatan rantai pasokan kakao sekaligus kemudahan akses permodalan bagi ribuan petani di wilayah tersebut.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Boni Hardi Putra, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara PNM dan  Koperasi Karya Bersama, PT Pegadaian Persero, Pembeli komoditas serta Bapak Aryo selaku Analis Direktorat Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan LJK Lainnya beserta petani.

” Kita ingin menghilangkan stigma bahwa lembaga keuangan tidak berpihak pada petani. Sehingga petani kita bisa maju dan berkembang bilamana mendapat dukungan permodalan yang dari pihak terkait, contohnya dari PNM dan PT Pegadaian,” ujar Boni Hardi Putra.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh salah satu perusahaan kakao dari Prancis yaitu Varlhona, wilayah Pendolo tepatnya desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso, sangat potensial untuk pengembangan kakao. Apalagi dengan adanya dukungan dan kemitraan antara lembaga keuangan dan Petani.

Miss Sincie

Sebagaimana yang diungkap oleh Perwakilan dari Perusahaan Varlhona, Miss Since. Dia menyebutkan bahwa biji kakao produksi petani dari desa Pandayora, masuk kualitas biji kakao terbaik yang ramah pestisida.

Sementara itu, Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Poso terhadap program pengembangan ekonomi kerakyatan, khususnya pada pengembangan di sektor perkebunan kakao yang kini menjadi komoditas unggulan daerah di Kabupaten Poso.

Ia menambahkan bahwa pentingnya membangun ekosistem yang sehat yakni  meliputi upaya perluasan lahan kebun (ekstensifikasi), peningkatan hasil panen (intensifikasi), serta revitalisasi pohon kakao yang sudah tua atau rusak. Selain itu, sertifikasi lahan menjadi syarat penting agar petani dapat mengakses fasilitas kredit bersama yang dikelola secara terpadu.

Sebelumnya , Aryo Analis Direktorat Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan LJK dan lainnya menyebutkan bahwa pengembangan produk kakao harus didukung dapat oleh pembiayaan yang lebih besar. Dan tentunya melalui kerjasama di lintas sektor ini pihak OJK akan terus memantau dan mengevaluasi jalannya ekosistem komoditas kakao di Poso khususnya di desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso.

” Diharapkan program pengembangan kakao di Poso bisa berjalan dengan baik. Karena tidak ada program yang sempurna di awal. Pasti ada hambatan selama pelaksanaan, yang nanti menjadi bahan perbaikan bersama. Ekosistem ini membutuhkan kerja sama semua pihak,  bukan hanya pembiayaan saja, tapi juga semangat petani dan koperasi agar berjalan efektif. Makanya dibutuhkan kolaborasi antara petani, Koperasi dan lembaga keuangan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan di daerah tersebut,” ujar Aryo.

Masih dikesempatan yang sama, Ketua Koperasi Karya Bersama Bernard Lanonto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak terkait, mulai dari pimpinan daerah, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat hingga para petani kakao. Ia menjelaskan bahwa pihak koperasi saat ini sedang mengurus dokumen persiapan ekspor biji kakao kering fermentasi, dan berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Poso untuk kelengkapan persyaratan tersebut. Saat ini koperasi telah memiliki stok sekitar 5 ton biji kakao hasil panen dari wilayah Pamona Selatan.Pada acara tersebut, penandatanganan MoU dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Poso yang diwakili Wakil Bupati Poso dengan lembaga keuangan yaitu PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BPJS Tenaga Kerja, dan Koperasi Karya Bersama.  Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat apresiasi kepada pihak‑pihak yang berkontribusi membangun ekosistem komoditas kakao di Kabupaten Poso.(Nila)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *