Sektor Jasa Keuangan Sulteng Tumbuh Positif, Penyaluran Kredit Dorong Ekonomi Kerakyatan

Hingga Juli 2026, total kredit perbankan tembus Rp67,91 triliun, kredit UMKM mencapai Rp18,01 triliun

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra di kegiatan jurnalis update triwulan III 2026 merilis pertumbuhan di sektor jasa keuangan tumbuh positip.(F-humas.ojksulteng)

SULTENGMEMBANGUN.id, POSO – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah (OJK Sulteng) pada Selasa malam (13/10/2026), di The Bali Cottage, Desa Siuri Pamona Selatan Tentena, merilis kinerja sektor jasa keuangan wilayah yang menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga Juli 2026., Pertumbuhan ini didukung kuatnya fungsi intermediasi perbankan, perkembangan keuangan non‑bank dan pasar modal, serta profil risiko yang tetap terkendali.

Pada posisi Juli 2026, total aset perbankan Sulteng mencapai Rp92,04 triliun atau tumbuh 19,55% secara tahunan. Penyaluran kredit perbankan tercatat Rp67,91 triliun (tumbuh 18,06% yoy), dengan porsi kredit UMKM sebesar Rp18,01 triliun atau 26,53% dari total kredit. Sebagian besar kredit UMKM diserap oleh segmen mikro sebesar Rp9,76 triliun, yang menjadi tanda semakin terbuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil di pedesaan dan perkotaan.

OJK Sulteng menyatakan pihaknya akan terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi UMKM dengan tetap menerapkan prinsip kehati‑hatian dan manajemen risiko yang baik, agar pembiayaan dapat memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Sektor keuangan non‑bank juga menunjukkan perkembangan yang baik, dengan piutang perusahaan pembiayaan sebesar Rp7,94 triliun dan jumlah kontrak mencapai 1,11 juta kontrak. Di sisi pasar modal, jumlah investor saham, reksa dana dan Surat Berharga Negara terus meningkat, menunjukkan semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi.(*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *