Kantor DPW Nasdem Provinsi Sulteng.F-dok.ist
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Suasana di tubuh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tengah memanas. Sebanyak enam nama pengurus inti dilaporkan menyerahkan surat pengunduran diri secara bersamaan ke kantor DPW setempat, Senin (3/8/2026).
Langkah kolektif ini muncul tak lama setelah beberapa kader dan pengurus hadir dalam acara pengukuhan Ahmad Ali Center (AAC). Kehadiran tersebut kemudian memicu pandangan bahwa mereka dianggap tidak lagi sejalan atau bukan bagian dari keluarga besar NasDem. Para pengurus yang mengundurkan diri merasa harga diri mereka tercederai akibat penilaian tersebut.
Nama-nama yang disebutkan mengundurkan diri meliputi Ferry Anwar (Sekretaris DPW), Moh. Fahruddin Yunus (Bendahara DPW), Hadijah Hanamah (Wakil Bendahara Pengelolaan Dana dan Aset), Masrifan Ranroe Muchsen (Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif), Viktor (Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber), serta Salahuddin (Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik).
Mundurnya Sekretaris dan Bendahara DPW menjadi sorotan khusus, mengingat kedua jabatan tersebut merupakan pilar utama yang menopang jalannya roda organisasi partai di tingkat provinsi.
Namun, menanggapi kabar tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPW NasDem Sulteng, Arman memberikan penjelasan. “Dari enam orang yang diberitakan mengundurkan diri, baru empat orang yang secara tegas menyatakan mundur. Yang mengirimkan surat pengunduran diri secara tertulis ada dua orang, sedangkan dua orang lainnya menyatakan mundur melalui pernyataan di Grup WA,” ujar Arman saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut Arman menegaskan, pada prinsipnya keputusan setiap orang terkait pilihan politiknya mutlak harus dihormati. Ia juga menambahkan bahwa Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, turut menghargai langkah yang diambil para kader tersebut.
“Pilihan politik seseorang tidak bisa diintervensi. Setiap kader memiliki hak politik untuk berpindah ke partai lain ataupun memilih beristirahat dari aktivitas politik. Pimpinan tidak bisa memaksa apabila sudah tidak lagi sejalan dengan visi dan misi partai,” jelasnya.
Di sisi lain, Ferry Anwar selaku mantan Sekretaris DPW NasDem Sulteng menyampaikan penjelasan mendasar di balik langkah yang diambilnya beserta rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa Ahmad Ali Center selama ini justru banyak berkontribusi besar bagi NasDem, mulai dari memberikan suara hingga turut memenangkan sejumlah kursi bagi partai.
“Jika sekarang orang-orang yang tergabung di AAC dianggap tidak memiliki komitmen terhadap NasDem, maka sepertinya yang terbalik justru NasDemlah yang tidak punya komitmen dan penghargaan terhadap orang-orang yang selama ini berjuang untuk partai,” tegas Ferry.
Ia juga mengingatkan bahwa Ahmad Ali Center telah dideklarasikan secara jelas sebagai lembaga sosial, bukan sayap atau bagian dari struktur partai, hal ini pun sudah ditegaskan langsung oleh Ahmad Ali saat pidato pengukuhan.
“Kami yang berada di lingkungan AAC justru diminta untuk memilih antara Ahmad Ali Center dengan NasDem. Sementara Ahmad Ali adalah sosok kakak, guru, sekaligus saudara yang sudah berjuang bersama kami selama 13 tahun lamanya. Apapun keadaannya, saya tetap akan memilih berdiri di sebelah Ahmad Ali,” pungkas Ferry.
Sampai saat ini, gelombang pengunduran diri ini dikabarkan belum berakhir, pasalnya sejumlah kader lain disebut tengah mempertimbangkan langkah serupa. Perkembangan ini jelas menjadi ujian konsolidasi internal NasDem Sulteng sekaligus menandai pergeseran konfigurasi politik di daerah ini. Media ini masih terus menelusuri informasi lebih lanjut dan ruang klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait.(*rls)













