Festival Danau Poso 2026, Hadirkan Kekuatan Budaya untuk Dorong Ekonomi Daerah

Mengusung tema The Power of Culture, perhelatan suguhkan pertunjukan adat sekaligus dorong kebangkitan UMKM dan ekonomi kreatif

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra Hadiri Pembukaan Festival Danau Poso 2026 di Kota wisata Tentena, Kamis malam 15 Oktober 2026.

SULTENGMEMBANGUN.id, POSO –  Perhelatan Festival Danau Poso  2026 resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, ditandai dengan pemukulan gendang secara bersamaan dengan Bupati Poso, Bupati Sigi, serta para pejabat tinggi lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Poso, Kamis malam (15‑10‑2026) di kota wisata  Tentena.

Acara pembukaan dimulai dengan rangkaian penampilan adat dan seni khas daerah yang istimewa. Hadir Parade Bingka Lora dan penyajian makan molimbu sesuai adat Pamona sebagai ungkapan syukur. Kemudian dilanjut dengan  penampilan tari kolosal Silo dano oleh siswa‑siswi SMP se‑Kabupaten Poso, dilanjutkan dengan penampilan parade finalis Putri Danau Poso 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Poso dr. Verna G. M Inkiriwang menjelaskan bahwa Festival Danau Poso pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989 sebagai sarana promosi potensi alam dan budaya daerah.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan bukti pemulihan sekaligus pesan bahwa Poso adalah daerah yang aman, damai, dan ramah wisatawan,” ujarnya.

Tahun ini festival mengusung tema The Power of Culture atau kekuatan budaya. Bupati menyampaikan bahwa budaya merupakan identitas dan perekat persatuan masyarakat Sintuwu Maroso, sekaligus modal strategis untuk membangun masa depan. Melalui berbagai pertunjukan seni, adat, dan kerajinan, diharapkan nilai‑nilai kebersamaan dan gotong‑royong tetap terjaga serta dikenal luas oleh para pengunjung.

Selain pertunjukan budaya, rangkaian kegiatan juga menyajikan Expo UMKM dan Ekonomi Kreatif yang menjadi wujud kebangkitan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra turut hadir dan mengapresiasi kehadiran kelompok UMKM lokal.

Festival Danau Poso memiliki keterkaitan yang kuat dengan peran OJK karena festival ini bukan hanya menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan ekonomi kreatif. Hal ini ditunjukkan melalui perhelatan Festival Danau Poso 2026 yang menghadirkan Expo UMKM & Ekraf serta pameran produk unggulan daerah Sulawesi Tengah,” ujar Bonny.

Ia menambahkan, dalam konteks tersebut, kehadiran OJK merupakan wujud nyata dukungan berkelanjutan terhadap penguatan dan pengembangan UMKM. Langkah ini sejalan dengan kebijakan OJK yang mendorong pengembangan UMKM di Indonesia Timur melalui digitalisasi keuangan serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.

Pemerintah Kabupaten Poso berharap perhelatan ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal tamu, serta mendorong permintaan terhadap produk lokal mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga jasa pariwisata. Lebih jauh lagi, festival ini diharapkan menjadi sarana rebranding citra daerah, menarik minat investor, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Poso.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *