Gubernur Sulteng Apresiasi Jambore IPeKB III di Tojo Una-Una sebagai Momentum Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Pembangunan Keluarga

Ratusan Penyuluh KB Sulteng Berkumpul di kegiatan Jambore Ipekb tahun 2026 yang dipusatkan di Ampana Kabupaten Tojo Una-Una guna membahas Inovasi Hadapi Tantangan Kependudukan.F-ist

SULTENGMEMBANGUN.id, Tojo Una-una (AMPANA) – Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Sulawesi Tengah ketiga. Melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulteng, Dr. drg. Herry Mulyadi, M.Kes., Gubernur menegaskan jambore menjadi momentum berharga memperkuat inovasi, kolaborasi, dan jejaring seluruh penyuluh KB dalam menjawab tantangan pembangunan keluarga di daerah.

“Tojo Una-Una yang kaya akan potensi bahari, budaya, dan semangat kebersamaan menjadi simbol bahwa pembangunan keluarga harus menjangkau seluruh wilayah Sulawesi Tengah tanpa terkecuali,” ujar Herry saat membacakan sambutan Gubernur pada pembukaan jambore di Marina Beach Cottage, Rabu (29/7/2026).

Herry berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan atau temu kangen antarpeserta, melainkan menjadi ruang bertukar pengalaman, berbagi inovasi, memperkuat jejaring kerja, serta melahirkan gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga di masa depan.

Kepala Dinas P2KB Sulteng mewakili gubernur hadir di acara Jambore IPeKB III Sulteng yang Resmi Dibuka di Tojo Una-Una, dalam rangka Perkuat Inovasi Demi Kualitas Keluarga.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Tojo Una-Una, Dr. Alimuddin Muhammad, S.E., M.Si., yang mewakili Bupati Tojo Una-Una, menyampaikan kebanggaan daerahnya dapat dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya sukses digelar di Poso dan Parigi Moutong.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Tojo Una-Una, Dr. Alimuddin Muhammad, S.E., M.Si.

Menurutnya, pertemuan ratusan penyuluh KB dari seluruh penjuru Sulawesi Tengah menjadi momentum memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kependudukan, mulai dari penurunan angka stunting, pencegahan pernikahan usia dini, hingga persoalan sosial lainnya.
“Jambore ini diharapkan menjadi pedoman dan inspirasi bagi seluruh kabupaten dan kota untuk memperkuat kerja bersama dalam meningkatkan kualitas keluarga,” tegas Alimuddin.(*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *