Kegiatan zoom meeting BKKBN dalam mewujudkan Zona Integritas menuju WBK diikuti mitra kerja se-Sulawesi Tengah.F-ist
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi dan pemaparan hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (13/8/2026) pukul 14.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mitra kerja dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata komitmen BKKBN Sulteng mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk membangun birokrasi yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dipandu oleh Latifah A. Djibran, pejabat fungsional sekaligus staf pengelola BKKBN Sulteng, pemaparan hasil survei disampaikan oleh Budiman Jaya dari BKKBN Sulteng. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan survei berlandaskan Peraturan Menteri PANRB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat, yang merupakan revisi dari Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2014.
“Survei ini dilaksanakan secara berkala minimal satu kali dalam setahun, menggunakan pendekatan kualitatif dengan skala penilaian 1 sampai 4 — dari sangat tidak baik hingga sangat baik — yang dikembangkan oleh Likert untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap pelayanan yang kami berikan,” jelas Budiman Jaya.
Tim pelaksana survei dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Nomor 147/Hl.01.01/J23/2006, terdiri dari 15 personil lintas fungsi yang dibagi menjadi tim di tingkat provinsi dan tim penyuluh di 13 kabupaten/kota, dengan pembagian tugas mulai dari penyusunan instrumen, penyebaran kuesioner, pengolahan data, hingga sosialisasi hasil.
747 Responden dari 13 Kabupaten/Kota
Survei melibatkan 747 responden yang dipilih secara acak dari penerima layanan program BKKBN di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Pengumpulan data dilakukan secara digital melalui Google Form yang disebarkan lewat jaringan petugas penyuluh KB di lapangan.
Hasilnya menunjukkan pencapaian yang membanggakan: 99,5 persen responden menyatakan puas hingga sangat puas terhadap kualitas pelayanan BKKBN Sulawesi Tengah. Sebanyak 0,3 persen menyatakan tidak puas, dan 0,3 persen lainnya sangat tidak puas.
Dari 9 unsur pelayanan yang dinilai, aspek keramahan petugas mendapat penilaian tertinggi. Sementara itu, aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah jangka waktu pelayanan serta penanganan pengaduan. Secara demografi, responden didominasi perempuan (89,6 persen), ibu rumah tangga, dan lulusan SMA.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Dalam sesi diskusi, para peserta diajak memberikan masukan untuk penyempurnaan kualitas layanan ke depannya. BKKBN Sulteng menegaskan akan menjadikan temuan ini sebagai dasar perbaikan berkelanjutan, terutama pada aspek yang masih perlu pembenahan.
“Kami berharap hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat ke depannya bisa semakin meningkat, bahkan mencapai penilaian maksimal 100 persen. Semua masukan dari mitra kerja akan kami jadikan acuan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat di seluruh penjuru Sulawesi Tengah,” harap Budiman Jaya di akhir kegiatan.
Kegiatan daring ini diharapkan memperkuat sinergi antara BKKBN Sulteng dengan para mitra kerja sekaligus mempercepat terwujudnya Zona Integritas dan birokrasi yang bersih, transparan, dan berkualitas pelayanan prima.
1. Wujudkan ZI-WBK, BKKBN Sulteng Gelar Pemaparan Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Secara Daring
2. 99,5% Masyarakat Puas Layanan BKKBN Sulteng, Survei IKM Jangkau 13 Kabupaten/Kota
3. Lewat Zoom Meeting, BKKBN Sulteng Paparkan Hasil IKM dan Komitmen Perbaikan Layanan Publik
4. Survei Kepuasan Masyarakat: Keramahan Petugas BKKBN Sulteng Nilai Tertinggi, Jangka Waktu Pelayanan Jadi Fokus Perbaikan.
Semoga kegiatan ini bisa mewujudkan BKKBN kedepan menjadi yang lebih baik.(nil)







