Kolaborasi PORDI & ORADO Sigi: Masukkan Domino ke Sekolah, Cetak Atlit Hingga Kancah Internasional  

Domino Bukan Lagi Sekadar Hiburan Hajatan, Kini Cabor PON, KONI Sigi Dukung Sarana, Stigma Negatif Mulai Terhapus

Turnamen domino yang diselenggarakan oleh Pordi Sigi dibuka oleh Wakil Ketua KONI Sigi ditandai dengan pelemparan batu pertama, disaksikan Ketua Pordi dan Ketua ORADO Kabupaten Sigi.

SULTENGMEMBANGUN.id, SIGI – Di peringatan HUT pertama PORDI Sigi, terjalin komitmen besar, menyatukan kekuatan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) dan Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Kabupaten Sigi untuk menumbuhkan bibit atlet domino sejak usia dini, bahkan mengajak masuk ke lingkungan pendidikan. Harapannya, kelak lahir atlet yang mampu mengharumkan nama Sigi, Sulawesi Tengah, hingga ke kancah nasional dan internasional.

Harri Ramdhani, Ketua ORADO Sigi sekaligus Dewan Pembina Kadin Sigi, menjelaskan perbedaan sekaligus pelengkap peran keduanya: ORADO fokus mencetak atlet dengan batasan usia, sedangkan PORDI merangkul seluruh lapisan masyarakat. Keduanya akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi untuk memperkenalkan domino di lingkungan sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Ketua ORADO Sigi, Harri Ramdhani

“Karena domino sudah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di PON, persiapannya harus sejak dini. Kita bangun bersama, cetak atlet — tidak hanya sampai nasional, kenapa tidak melangkah ke internasional?” ujar Harri.

Ia menegaskan domino kini berada di bawah naungan KONI, sehingga tidak lagi pantas dipandang sekadar permainan di pesta atau hajatan, apalagi dikaitkan dengan perjudian.

“Domino adalah olahraga asah otak dan strategi. Kita berupaya menghapus stigma negatif yang masih melekat. Kini sudah diakui sebagai cabor resmi PON, dan dari sinilah bibit atlet berbakat lahir,” tegasnya.

Dukungan dari KONI Sigi untuk PORDI Sigi

Wakil Ketua KONI Sigi, Semual Y. Paridjono, hadir langsung memberikan dukungan berupa 10 kotak peralatan domino standar ORADO. “Kami sangat mendukung kegiatan PORDI Sigi. Mengingat keterbatasan anggaran, saat ini kami bantu seadanya, namun sinergi ini akan terus diperkuat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PORDI Sigi, Musa, S.Sos., M.M., melaporkan bahwa dalam satu tahun perjalanan, PORDI Sigi telah menyelenggarakan puluhan turnamen. Tak hanya di tingkat daerah, peserta PORDI Sigi juga tampil di Poso, Morowali, Sulbar, Majene, hingga mengirimkan 20 tim bertanding di Jakarta. Kegiatan HUT ke-1 ini sendiri diikuti lebih dari seribu peserta dari Palu, Sigi, dan Donggala.

“Ke depan, PORDI dan ORADO akan berkolaborasi melahirkan atlet muda dari kalangan pelajar. Semua sudah masuk dalam rencana kerja kami. Kami berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Sigi agar olahraga domino ini semakin tumbuh dan memasyarakat,” pungkas Musa.

Dengan semangat kolaborasi ini, domino di Sigi bukan sekadar permainan yang menyatukan warga — melainkan jalur prestasi yang membuka peluang generasi muda menuju kancah olahraga tertinggi di negeri ini.(nil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *