Pasca Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Palu; Pelindo Pastikan Fasilitas TPK Pantoloan Aman

Berita244 Dilihat

 

SULTENGMEMBANGUN.id, Makassar — Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang wilayah Palu, Poso, dan sekitarnya pada Selasa (16/6) sekitar pukul 10.37 WITA. Menyusul peristiwa tersebut, aktivitas operasional di Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan, Sulawesi Tengah, dihentikan sementara sebagai langkah tanggap darurat.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyatakan penghentian operasi dilakukan demi menjaga keselamatan pekerja serta keamanan seluruh fasilitas pelabuhan. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada fasilitas. Meski begitu, keselamatan menjadi prioritas utama kami dalam menghadapi situasi darurat ini,” ujarnya.

Begitu gempa terasa, seluruh petugas dan pekerja segera menjalankan prosedur evakuasi sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. Tim tanggap darurat langsung dikerahkan untuk melakukan pengecekan di seluruh area penting terminal.

“Kami hentikan sementara semua aktivitas agar tim dapat memeriksa kondisi fasilitas secara menyeluruh. Sampai saat ini, tidak ditemukan kerusakan yang dapat mengganggu fungsi pelabuhan,” tambah Abdul Azis.

Di sisi lain, General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal, menjelaskan Tim HSSE bersama tenaga teknis telah memeriksa dermaga, peralatan bongkar muat, lapangan penumpukan peti kemas, gedung operasional, serta sistem pendukung lainnya.

“Hasil inspeksi menyimpulkan kondisi fasilitas secara umum aman. Namun kami tetap melakukan pemantauan dan evaluasi tambahan sebagai antisipasi sebelum layanan kembali berjalan normal,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di TPK Pantoloan dinyatakan aman dan terkendali. Pelindo terus berkoordinasi dengan instansi kebencanaan dan pihak berwenang guna memantau perkembangan situasi pascagempa serta memastikan layanan pelabuhan dapat beroperasi kembali dalam kondisi yang aman.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk selalu mendahulukan aspek keselamatan dan menerapkan prinsip kehati-hatian serta mitigasi risiko dalam setiap tahapan kegiatan operasional(*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *