Stok BBM dan Elpiji Aman Sampai Lebaran, Pengelolaan Ditatakan

Rapat koordinasi Pemerintah Kota Palu dengan Pertamina dan Hiswana Migas terkait ketersediaan stok BBM jelang dan pasca lebaran idul Fitri 1447 Hijriyah.

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU  – Dalam rangka memastikan penyaluran dan pendistribusian BBM serta Elpiji bersubsidi berjalan efektif dan tepat sasaran menjelang dan pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretariat Pemerintah Kota Palu mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si.

Kegiatan ini menghadirkan pihak terkait antara lain Pertamina, Hiswana Migas, seluruh SPBU se-Kota Palu, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Rapat berlangsung Kamis 19 Ma

Fahat, Sekretaris Hiswana Migas di Palu menyampaikan bahwa penyaluran Pertalite dijamin aman selama periode Lebaran. Penggunaan Solar mengalami penurunan karena sebagian pengguna berlibur, namun distribusi tetap berjalan lancar. “Kami meminta pihak Stugas Pemkot untuk bersama-sama mengantisipasi agar tidak terjadi penimbunan BBM di Kota Palu,” ujar Fahat.

Untuk pelayanan kendaraan besar jenis Alfa Alfi, difokuskan di dua titik SPBU yaitu SPBU Diponegoro dan SPBU Mamboro, dengan disarankan dilayani pada jam 22.00-23.00 malam hingga pagi hari untuk menghindari kemacetan, meskipun terkadang masih ada kendala dalam pelayanan armada ekspedisi.

Perwakilan SPBU Diponegoro menjelaskan bahwa pelayanan armada pangan dan ekspedisi telah diatur mulai jam 03.00 hingga 08.00 pagi. Sementara itu, SPBU Yos Sudarso menyatakan telah melayani kebutuhan ekspedisi dengan aman dan lancar. Di SPBU Jalur Dua, telah disiapkan 4 jalur khusus untuk pengisian Pertalite.

Pemerintah Kota Palu menyatakan akan menyesuaikan pengaturan penyaluran dan mendorong SPBU untuk membuat sistem pelayanan yang tidak mengganggu arus lalu lintas. “Stok BBM di Kota Palu dijamin aman hingga akhir Maret, dengan fokus pada kendaraan yang menyangkut pasokan pangan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Secara teknis, waktu penyaluran akan didiskusikan kembali pasca Lebaran, dengan memperhatikan trayek dan kondisi lalu lintas,” jelas pihak Pemkot.

Tim Satgas mengungkapkan bahwa di lapangan masih ditemukan kendaraan Alfa Alfi dan ekspedisi yang antri sebelum jam pelayanan yang ditentukan, sehingga menyebabkan kemacetan. Oleh karena itu, Pertamina dan Hiswana Migas meminta Pemkot mengeluarkan aturan pelayanan di SPBU serta mengajak Dishub untuk turut menertibkan.

Pihak Pertamina mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan, dan tetap tenang karena ketersediaan stok terjamin. “Kami akan mencari solusi jika terjadi lonjakan kebutuhan dari konsumen,” ujar Gidan dari PT Pertamina Patra Niaga Sales Branch Manager Sulteng Fuel.

Untuk Elpiji, akan ada penambahan stok sekitar 20 persen. Pihak terkait mengharapkan masyarakat lebih banyak menggunakan tabung Elpiji berwarna pink melalui program Bright Gas dengan kapasitas 5,5 kg. Penertiban dan sidak akan dilakukan di wilayah Morowali dan Palu untuk memastikan distribusi tepat sasaran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed