Peresmian penggunaan bantuan Jamban Sehat di Tojo Una-Una oleh Kaper BKKBN Sulteng, Nuryamin. Ini merupakan bukti Nyata Dukungan Gubernur dan BKKBN bagi Kesejahteraan Masyarakat.F-ist
SULTENGMEMBANGUN.id, TOJO UNA-UNA – Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Sulawesi Tengah membangun 8 unit jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una. Pembangunan ini didanai dari bantuan Gubernur Sulawesi Tengah dalam rangka mendukung penyelenggaraan Jambore Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB (PKB/PLKB) Sulteng ke-3.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin, meninjau langsung pembangunan jamban tersebut di Kecamatan Ratolindo, Kamis (30/7/2026). Ia menyatakan, pemenuhan akses sanitasi yang layak merupakan salah satu langkah strategis mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga di wilayah tersebut.

Dari 8 unit jamban yang dibangun, 7 unit bersumber dari bantuan Gubernur Sulawesi Tengah, sedangkan 1 unit lainnya berasal dari anggaran Perwakilan BKKBN Sulteng. Setiap unit dibangun dengan biaya sekitar Rp9,4 juta, meliputi pengadaan bahan bangunan dan upah tenaga kerja. Kedelapan jamban tersebut tersebar di dua desa, yakni 4 unit di Desa Labuan dan 4 unit di Desa Sumoli, yang seluruhnya diserahkan kepada keluarga berisiko stunting yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi layak.
Selain jamban, satu keluarga juga menerima bantuan perbaikan rumah berupa pemasangan lantai dan pelapisan dinding bagian dalam. Bantuan ini bersumber dari Sekretariat Perwakilan BKKBN Sulteng sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Nuryamin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah atas dukungan yang diberikan. Sebagian dana dukungan jambore dialihkan menjadi pembangunan jamban sehat agar manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta kegiatan, tetapi langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan akses sanitasi keluarga sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah,” ujar Nuryamin. (*rls)










