Foto Bersama. Mewakili Ketua Juang Kencana Sulteng, Dra.Hj.Andi Kameriah, M.A.P, hadiri upacara peringatan puncak Harganas ke 33 yang dihadiri Gubernur Sulteng H.Anwar Hafid didampingi Kepala BKKBN Sulteng Nuryamin, di Halaman Kantor BKKBN Sulteng pada Senin 29 Juni 2026. F-nila
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026 menjadi momen istimewa sekaligus ajang silaturahmi hangat antara pegawai aktif BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dengan para purnabakti yang tergabung dalam organisasi Juang Kencana (Juken). Organisasi ini berperan sebagai wadah pensiunan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan berbagai program kependudukan.
Perayaan upacara puncak peringatan Harganas ke 33, digelar Senin (29/6/2026) di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi Ketua TP PKK Provinsi, Ibu Sry Nirwanti Bahasoan, serta unsur pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Hadir mewarnai kegiatan tersebut, Wakil Ketua Juken Sulteng yang mewakili Ketua Daerah, Dra. Andi Kameriah, M.A.P. Kehadirannya dan rekan-rekan pensiunan disambut hangat sebagai bukti ikatan yang tak terputus meski sudah memasuki masa purnabakti.
” Ini momen yang sangat membahagiakan bagi kami keluarga besar Juang Kencana. Bisa kembali bersilaturahmi, bertemu rekan lama, dan menebar kerinduan bersama rekan-rekan aktif di BKKBN adalah kebanggaan tersendiri,” ujar Bu Andi, sapaan akrabnya.

Meski sudah tidak lagi berdinas penuh di kantor, Bu Andi menegaskan bahwa Juken tidak pernah berhenti berjalan bersama BKKBN. Sebagai mitra strategis, mereka berperan sebagai perpanjangan tangan lembaga hingga ke tengah masyarakat.
” Kami menjadi penggerak sekaligus penyampai pesan penting terkait program kependudukan, Keluarga Berencana, serta Program Bangga Kencana. Kami juga turun ke lapangan agar pesan ini lebih mudah diterima,” tambahnya.

Peran khusus pun ditujukan kepada kelompok ibu muda yang baru memulai peran sebagai ibu rumah tangga. Menurutnya, kelompok ini menjadi fokus utama agar dapat dipahami dan didampingi dengan baik.
Prinsip dasar yang dipegang teguh meski sudah purnabakti, Segala hal bermula dari keluarga. Keluarga dianggap sebagai ujung tombak pembangunan ketahanan masyarakat sekaligus kunci utama keberhasilan seluruh program kependudukan dan Keluarga Berencana. Keberadaan Juken dinilai sangat penting untuk terus merangkul dan meyakinkan masyarakat agar berperan aktif mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.(*nila)












