Ironis di Tengah Peringatan Hardiknas, SD Karya Thayyibah Mamboro Masih Belajar di Lantai. Secara program, sekolah ini juga dapat MBG.(F-dok.ist)
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Kondisi fasilitas belajar di SD Karya Thayyibah, yang terletak di RT 3 RW 1, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, menjadi sorotan publik dan menyayat hati. Pasalnya, sekolah ini dinilai sangat memprihatinkan dan serba kekurangan, membuat anak-anak harus belajar dalam keterbatasan yang cukup berat.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat jelas betapa minimnya sarana penunjang pendidikan. Ruang kelas terlihat kosong, banyak kursi dan meja yang rusak parah, serta jumlahnya jauh dari cukup untuk menampung seluruh siswa.

Akibat keterbatasan ini, terpaksa para murid harus duduk bersila di atas karpet tipis di lantai demi tetap bisa mengikuti pelajaran. Kondisi bangunan sekolah sendiri juga terlihat membutuhkan perbaikan serius agar lebih layak dan aman bagi anak-anak.

Melihat kondisi tersebut, Ketua RT 03, Akhmad Usmar, bersama Lurah Mamboro, Ketua RW 01, Ketua RT 02, tim padat karya, serta masyarakat sekitar tidak tinggal diam. Mereka bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah sebagai bentuk kepedulian nyata.
Meski semangat warga sangat tinggi, upaya mandiri ini dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sekolah. Oleh karena itu, Akhmad Usmar menyampaikan permohonan yang sangat mendesak.
“Kami memohon perhatian yang besar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Kami berharap Bapak/Ibu pejabat dapat berkenan turun langsung meninjau kondisi sekolah ini,” ujar Akhmad Usmar dengan nada memohon.
Lanjutnya, “Setidaknya kami berharap bisa diketahui langsung hal-hal apa saja yang bisa dibantu, agar dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sini.”
Akhmad berharap ada bantuan nyata, mulai dari pengadaan kursi meja yang layak, hingga perbaikan fasilitas sekolah lainnya. Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan tempat belajar yang nyaman agar semangat mereka menuntut ilmu tidak surut.
Pendidikan adalah investasi masa depan. Warga berharap laporan ini menjadi perhatian serius, sehingga SD Karya Thayyibah nantinya bisa menjadi sekolah yang layak, aman, dan membanggakan bagi generasi penerus di Mamboro.
Warga berharap, di momen Hardiknas ini, kepedulian pemerintah benar-benar hadir hingga ke pelosok. Anak-anak berhak mendapatkan tempat belajar yang layak, agar masa depan mereka tidak tertinggal hanya karena keterbatasan fasilitas.***













