AKP Musa, S.Sos, M.M Ketua IKA STIA Pembangunan Palu.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Sejarah kelangsungan STIA Pembangunan Palu tidak bisa dilepaskan dari perjuangan besar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) dan peran krusial media massa yang kala itu turun langsung mengawal polemik dualisme kepemimpinan yang sempat mengancam keberadaan kampus. Tanpa peran aktif para jurnalis dan kesatuan alumni, bisa jadi STIA Pembangunan Palu kini hanya tinggal nama.
Pernyataan ini ditegaskan secara tegas oleh Ketua IKA STIA Pembangunan Palu, AKP Musa, S.Sos., M.M. yang kini menjabat sebagai Kabag OPS di Polres Sigi, dalam rangka peringatan Dies Natalis STIA Pembangunan Palu ke-26 pada Jumat, 21 Agustus 2026. Musa mengingatkan seluruh civitas akademika dan alumni agar tidak melupakan sejarah kelam yang pernah mengguncang fondasi kampus ini.
Dualisme Kepemimpinan Mengancam Eksistensi Kampus
Beberapa tahun lalu, STIA Pembangunan Palu terguncang hebat akibat konflik kepemimpinan yang membelah institusi. Polemik ini tidak hanya menimbulkan kegaduhan internal, tetapi juga mengancam keberlangsungan operasional dan eksistensi kampus secara keseluruhan. Di saat-saat paling sulit itulah, IKA mengambil peran paling depan, dikoordinir langsung oleh Musa sendiri, menggandeng insan jurnalis dari berbagai media besar di Palu untuk memperjuangkan keberadaan IKA dengan satu kepemimpinan yang sah.
Para jurnalis itu tidak sekadar meliput berita, mereka berperan aktif menyuarakan kebenaran, mengawal setiap tahapan perjuangan IKA, dan memastikan publik tahu apa yang sebenarnya terjadi. Peran media ini menjadi benteng pertahanan yang sangat kuat bagi STIA Pembangunan Palu di tengah badai dualisme kepemimpinan.
JASMERAH: Jangan Pernah Melupakan Sejarah dan Para Pahlawannya
Dalam sambutannya, AKP Musa secara khusus menyampaikan pesan JASMERAH (jangan pernah melupakan sejarah), sekaligus menegaskan pentingnya peran media dan para tokoh yang telah berjuang menyelamatkan kampus. Ia berharap pada Dies Natalis berikutnya, tokoh-tokoh tersebut dapat dihadirkan secara khusus sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka.
“JASMERAH, jangan pernah melupakan sejarah. Peran penting media dan beberapa tokoh tersebut harus selalu diingat. Ke depannya, pada Dies Natalis berikutnya, tokoh-tokoh tersebut dapat dihadirkan. Dan IKA akan terus siap mengawal civitas STIA Pembangunan Palu sehingga ke depannya kampus ini semakin besar,” ujar AKP Musa, S.Sos., M.M.
Sementara itu, Musa juga menyebutkan dan mengapresiasi satu per satu pimpinan media yang kala itu berdiri teguh bersama IKA menyelamatkan kampus: Bapak Darlis Muhammad (Pemred MAL), Bapak Kamil Badrun (Radar Sulteng), Bapak Bayu Alexander Montang (Harian Nuansa Pos), Bapak Hi Ahmad Ali (Harian Metro Sulawesi), Bapak H. Tri Putra Toana (Harian Mercusuar), Ibu Anita (Harian Palu Ekspres), dan Sahlan Lamporo (Media Info Baru). Tanpa peran media yang berani dan objektif saat itu, narasi kebenaran tidak akan pernah sampai ke publik.
Ketua STIA Pembangunan Palu: “Tanpa IKA, Mungkin Kampus Ini Sudah Tiada”

Ketua STIA Pembangunan Palu, Nasir Mangngasing, Drs., M.Si., tidak bisa menahan haru saat merespons pernyataan Ketua IKA. Ia mengakui secara terbuka bahwa keberadaan kampus saat ini sangat berutang budi pada perjuangan IKA di masa-masa sulit tersebut.
“Saya sebenarnya mau mengeluarkan air mata mendengar apa yang disampaikan Ketua IKA. Seandainya tidak ada IKA pada masa itu, saya tidak bisa pastikan apakah perguruan tinggi ini masih ada atau tidak. Terima kasih IKA pada masa gelombang tsunami itu,” ungkap Nasir dengan suara bergetar.
Nasir juga menelusuri sejarah panjang kampus: STIA Pembangunan Palu bermula dari Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (1985), berubah menjadi Akademi Administrasi Pembangunan, dan resmi menjadi STIA Pembangunan pada 22 September 2000. tanggal yang kini diperingati sebagai Dies Natalis kampus.
IKA Siap Mengawal Kampus Menuju Masa Depan yang Lebih Besar
AKP Musa menegaskan bahwa sejarah ini bukan untuk diungkit demi kepentingan sesaat, melainkan sebagai fondasi untuk melangkah lebih jauh. “Semua harus mengambil peran dalam membangun kampus, bukan hanya para mahasiswa, tapi juga seluruh alumni, termasuk organisasi IKA yang menjadi kekuatan bagi perguruan tinggi,” tegasnya.
Selain peran media, Musa juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada mitra kampus yang turut membela STIA Pembangunan Palu, yaitu Bapak H.Rusdy Mastura yang saat itu menjabat sebagai walikota palu, Bapak H. Longky Djanggola yang saat itu menjabat Gubernur Sulteng, dan Bapak Almarhum Prof. Aminuddin Panulele dengan jabatannya saat itu sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Peringatan Dies Natalis ke-26 ini dirayakan puncaknya pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan sunatan massal. Namun di balik kemeriahan kegiatan tersebut, ada satu tekad bulat, IKA siap terus mengawal STIA Pembangunan Palu agar semakin besar dan jaya.(*rls).







