SULTENGMEMBANGUN.id, JAKARTA – Di tengah tren pertumbuhan penyaluran pembiayaan Pinjaman Daring (Pindar) yang terus meningkat ke sektor UMKM, industri ini diingatkan untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan yang agresif, tetapi juga tumbuh secara sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Hal ini mengemuka dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat (21/8/2026).

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, menyampaikan bahwa masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari seluruh pemangku kepentingan — pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, hingga masyarakat luas.
Pertumbuhan penyaluran ke UMKM yang mencapai Rp35,12 triliun atau naik 23,25 persen yoy per Juni 2026, menempatkan Pindar sebagai salah satu sumber pendanaan alternatif yang signifikan. Namun, penguatan aspek kualitas pembiayaan, terutama yang bersifat produktif, menjadi penekanan bersama. Gubernur Bali I Wayan Koster secara khusus mendorong industri Pindar untuk semakin memperbesar porsi pembiayaan produktif guna memperkuat fondasi perekonomian rakyat.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan perlunya dukungan ekosistem yang kondusif agar industri Pindar dapat terus berkontribusi optimal bagi UMKM, sementara OJK menegaskan komitmen mendorong akses pembiayaan yang semakin luas dan berkualitas dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan risiko.
Acara tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat jembatan antara penyelenggara Pindar dan pelaku UMKM melalui penandatanganan Nota Kesepahaman, pameran produk, serta kegiatan business matching yang diharapkan memperkuat sinergi antara penyedia dana dan penerima manfaat secara berkelanjutan.(*rls)







