OJK Luncurkan buku perdagangan karbon bagi sektor jasa keuangan.F-dok.ist
SULTENGMEMBANGUN.id, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030. Langkah ini bertujuan memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pendanaan dan investasi yang peduli terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola atau yang dikenal dengan prinsip ESG.
Roadmap ini dibangun di atas empat pilar utama:
1. Penguatan Fondasi: Menyusun kebijakan dan aturan yang jelas.
2. Pertumbuhan Aktivitas: Memperbanyak variasi produk dan mempercepat transaksi.
3. Peningkatan Partisipasi: Memberikan kemudahan dan insentif agar pelaku pasar lebih percaya diri untuk terlibat.
4. Kerja Sama: Membangun koordinasi yang kuat baik di dalam negeri maupun dengan pihak internasional.
Hingga Desember 2025, perkembangan pasar modal berkelanjutan sudah terlihat nyata. Total penerbitan obligasi dan sukuk hijau/berkelanjutan telah mencapai Rp74,14 triliun. Komposisinya didominasi oleh tema Lingkungan (42,72%), Sosial (28,82%), dan Keberlanjutan (26,44%).
Selain itu, nilai aset reksa dana berbasis ESG juga mencapai Rp9,98 triliun. Dengan adanya roadmap ini, OJK memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan ke depan:
– Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan diproyeksikan tumbuh rata-rata 55,11% per tahun.
– Reksa Dana ESG diproyeksikan tumbuh rata-rata 14,36% per tahun.
Dengan strategi ini, diharapkan investasi di Indonesia semakin mendukung pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.***







