Peserta talk‑show memperhatikan pemaparan tentang literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Berdasarkan data survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, lebih dari 93 persen masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan keuangan formal. Namun Anggota DPD RI Andika Mayrizal Amir mengingatkan bahwa angka inklusi yang tinggi belum berarti pemahaman keuangan masyarakat sudah maksimal.
” Inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan. Jangan sampai sudah punya akses keuangan, tapi belum paham cara mengelolanya,” tegas Andika.
Ia menambahkan tiga pilar penting agar UMKM dapat berkembang: modal untuk menggerakkan usaha, pengelolaan keuangan yang baik agar usaha bertahan, dan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar.
Menurutnya, sinergi antara OJK, perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci agar manfaat inklusi keuangan dapat dirasakan secara maksimal oleh pelaku UMKM di Sulawesi Tengah.(*)













