Suasana malam penutupan Bulan Inklusi Keuangan dan UMKM Summit 2026 yang dihadiri para pemangku kepentingan, di Kota Palu, Minggu malam (25-10‑2026)
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU — Meskipun tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 % pada survei SNLIK 2026, Sulawesi Tengah masih menghadapi tantangan besar terkait literasi keuangan dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Hal ini disampaikan dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah yang dibacakan pada malam penutupan BIK & UMKM Summit 2026.
Dijelaskan bahwa tingkat literasi keuangan Sulawesi Tengah masih berada di kisaran 60‑an persen, di bawah rata‑rata nasional. Salah satu kendala utama penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah banyak pelaku UMKM yang masih memiliki riwayat pinjaman daring tidak resmi, sehingga tidak memenuhi syarat pengajuan KUR bersuku bunga rendah yang disediakan pemerintah.
Pemerintah provinsi berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus mempergiat edukasi keuangan guna menghindari jebakan pinjol ilegal, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha.(*)













