Mengenang Kepergian Driver Ojol Almarhum Moh Ammar, Persatuan Ojol Se Kota Palu Gelar Doa Bersama di TKP Lakalantas

Ojol Tegaskan Almarhum Tak Menerobos Lampu Merah, Ini Fakta Sebenarnya  

Kasat Lantas Polresta Palu, Akp.Atmaji Sugeng Wibowo, S.T.K., S.I.K. turut serta dalam kegiatan doa bersama untuk almarhum driver ojol, Muh.Ammar yang dilaksanakan Sabtu malam di lokasi kejadian di Persimpangan 4 Jalan Juanda -Mangunsarkoro oleh persatuan komunitas ojol Se Kota Palu.F-nila

SULTENGMEMBANGUN.idPALU – Persatuan seluruh komunitas ojek online se-Kota Palu, yang meliputi Grab, Gojek, Maxim, dan ShopeeFood, menggelar kegiatan doa bersama yang dikemas dalam momen “Bersatu dalam Doa dan Solidaritas”, Sabtu malam (09/05/2026). Kegiatan ini sekaligus diwarnai dengan tabur bunga dan penyalaan lilin di lokasi kejadian perkara (TKP), tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas pada 6 Mei 2026 yang menewaskan rekan mereka, almarhum Muh. Ammar.

Tabur bunga dan penyalaan lilin, dilakukan di TKP.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 19.09 WITA ini berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kegiatan ini dikawal langsung oleh aparat kepolisian Polresta Palu yang dipimpin Kasat Lantas Polresta Palu Akp Atmaji Sugeng Wibowo, S.T.K., S.I.K. dan dimonitor oleh Kasat Reskrim Polresta Palu Akp Ismail Boby, S.H., MH dan Kasat Intelkam Polresta Palu Akp Musa, S.Sos., M.M. bersama personil Satlantas. Dan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan mediasi di siang hari, di mana tiga orang kasat ini terus mengawal seluruh persoalan ini dengan satu tujuan utama: mencari jalan damai serta merajut kesepakatan bersama, agar seluruh pihak yang terlibat dapat saling memahami dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan satu sama lain.

Acara doa bersama dipandu langsung oleh Rudi, sebagai tetua di komunitas ojol kota palu.

Ratusan pengemudi ojek online tampak hadir dengan mengenakan atribut masing-masing, berkumpul dengan penuh kekhusyukan. Doa bersama dipimpin oleh Mohammad Asrip, dan momen ini menjadi bukti nyata kekompakan serta komitmen solidaritas tanpa batas antar sesama rekan kerja, dengan semangat “Saudara Selamanya”. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan permohonan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan itu, Seka, saksi mata sekaligus rekan sesama pengemudi ojek online yang berada di lokasi saat kejadian, turut menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa kekompakan dan persatuan adalah modal utama bagi komunitas mereka dalam menghadapi segala hal.

“Para rekan-rekan sekalian, apapun permasalahan yang datang menghadang, entah itu musibah maupun isu yang berkembang di luar sana, kalian harus selalu kompak dan bersatu. Jangan mudah terpecah belah, karena kekuatan kita ada pada persatuan ini,” tegas Seka di hadapan ratusan pengemudi yang hadir di kegiatan doa bersama untuk mendoakan almarhum Muh.Ammar.

Sementara itu, Rudi selaku perwakilan komunitas ojek online menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak kepolisian yang telah membantu mengamankan jalannya kegiatan agar berjalan lancar. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kota Palu yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut di jalan raya.

“Kami juga mohon maaf kepada warga Kota Palu, karena kegiatan ini sempat mengganggu jalannya lalu lintas. Tapi tenang saja bapak ibu sekalian, kegiatan doa bersama, tabur bunga dan penyalaan lilin yang kami adakan ini khusus untuk almarhum Muh. Ammar, dan berlangsung tidak lama,” ucap Rudi dengan nada haru.

Poin penting yang disampaikan Rudi dalam orasinya adalah penegasan fakta terkait narasi yang beredar luas di media sosial maupun pemberitaan sebelumnya. Ia secara tegas meluruskan beragam informasi atau framing yang menyebutkan bahwa almarhum meninggal karena menerobos lampu merah.

“Ini hal yang paling penting kami luruskan di sini karena banyak narasi atau berita di media sosial yang beredar dan mengatakan korban menerobos lampu merah. Kami tegaskan di hadapan bapak-bapak polisi dan warga yang hadir, kejadian kemarin itu tidak ada yang menerobos lampu merah. Peristiwa itu murni musibah kecelakaan lalu lintas, tidak ada unsur pelanggaran seperti yang dituduhkan,” tegas Rudi.

Ia pun berharap, masyarakat Kota Palu dapat memahami fakta yang sebenarnya dan tidak lagi saling menyalahkan satu sama lain terkait musibah yang menimpa rekan mereka tersebut. Segala proses hukum dan pembuktian kebenaran, kata Rudi, sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib atau kepolisian.

“Urusan siapa yang benar dan siapa yang salah, bukti-bukti serta proses hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Namun kami dan seluruh elemen masyarakat serta komunitas ojek online akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, dan memastikan hak-hak almarhum serta keluarga yang ditinggalkan terpenuhi sepenuhnya,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Rudi juga mengingatkan kepada seluruh rekan pengemudi ojek online yang hadir maupun yang bertugas di lapangan, agar senantiasa berhati-hati, berkendara dengan baik, dan selalu menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Kegiatan yang sarat akan rasa kekeluargaan ini ditutup dengan pembacaan puisi berjudul “Jaket Hijau Dibawah Mendung” yang disampaikan oleh Amat dari komunitas ojek online. Suasana semakin haru menyelimuti para peserta, sebelum diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan dan bukti persatuan komunitas ojek online Kota Palu.(Nila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *