Peduli Gempa, BAMAG & FKUB Sulteng Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kehadiran sejumlah penyanyi ternama akan menghibur masyarakat Sulteng. 

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU –  Kenangan kelam gempa, likuifaksi, dan tsunami tahun 2018 seolah kembali terngiang bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Rasa takut dan trauma yang sempat perlahan memudar, kembali muncul menyusul guncangan gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Palu, Sigi, Parigi Moutong, dan sekitarnya pada Selasa, 16 Juni 2026 kemarin.

Sebagian warga di daerah terdampak kini masih mengungsi di tenda-tenda darurat yang disiapkan BPBD Provinsi Sulteng, berusaha menenangkan hati di tengah suasana yang belum sepenuhnya tenang. Menyikapi beban batin yang dirasakan, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah akan menggelar Doa Bersama Peduli Gempa Lintas Agama, yang diagendakan pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ir. Hendrik Gary Lyanto atau akrab disapa Ko Aceo, tokoh yang sudah lama dikenal aktif dalam gerakan sosial dan kemanusiaan di bumi Sulteng. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah, yakni Gubernur Sulawesi Tengah, Walikota Palu, serta Bupati Sigi. Bahkan, acara ini dipastikan akan dihadiri oleh para tokoh lintas agama dan pemuka masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memperkuat makna persatuan.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana kita semua bisa berkumpul dalam satu doa, satu hati dan satu aksi tanpa memandang perbedaan keyakinan. Dukungan penuh dari pimpinan daerah dan kehadiran para tokoh lintas agama menjadi bukti bahwa kita bersatu menguatkan satu sama lain, menyembuhkan luka trauma, dan menyatakan bahwa kita tidak sedang menghadapi ini sendirian,” ujar Ko Aceo saat dihubungi Rabu (17/6/2026).

Agar suasana menjadi lebih hangat dan menghibur hati, acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni dan hiburan. Sejumlah nama besar siap hadir, antara lain penyanyi kenamaan Ruth Sahanaya, Sari Simorangkir, Yesua Abraham, Franky Kuncoro, Karen Serouna, Fero Walondouw, serta komedian papan atas Mongol.

Kegiatan akan dilaksanakan di Lapangan Immanuel, Jalan Moh Yamin Jalur 2 Kota Palu, dimulai pukul 17.00 WITA hingga selesai sekitar pukul 22.00 WITA.

Panitia sangat berharap masyarakat dari semua kalangan dan latar belakang agama dapat ikut meramaikan acara ini. Jadikan momen ini sebagai bukti nyata persatuan,  satu duka kita rasakan bersama, satu harapan kita bangun bersama, dan satu kekuatan kita genggam untuk melangkah ke depan.

“Mari kita hadiri, berdoa bersama, dan tunjukkan bahwa persaudaraan di Sulawesi Tengah tak pernah terputus oleh bencana apa pun,” ajak Ko Aceo menutup pernyataannya.(*Nila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *