Nuryamin : Pengelolaan DAK KB Harus Akuntabel dan Dukung Penurunan Stunting.F-is
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU — Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana Triwulan II Tahun Anggaran 2026 secara daring, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi bersama pemerintah kabupaten/kota guna memetakan capaian, kendala, serta strategi percepatan penyerapan anggaran demi menjamin pengelolaan berjalan akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulteng, Nuryamin, S.TP., M.M., dalam arahannya menegaskan bahwa pemantauan dan evaluasi bukan sekadar mengukur angka penyerapan dana, melainkan memastikan setiap program yang dijalankan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. DAK Subbidang KB merupakan instrumen strategis dalam mendukung pelayanan Program Bangga Kencana di daerah, sehingga pelaksanaannya wajib memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan data Aplikasi Morena per 4 Agustus 2026, realisasi DAK Non Fisik/BOKB Provinsi Sulawesi Tengah baru mencapai 8,32 persen. Angka tersebut mendorong Nuryamin meminta seluruh pihak terkait mempercepat pelaksanaan kegiatan, penyelesaian administrasi, serta pelaporan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
Pada kesempatan yang sama, apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan atas capaian pengelolaan DAK yang baik hingga saat ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Yulianto, Ak., AAP., CHRPE., FRMP., menekankan pengelolaan anggaran pemerintah harus berpegang pada prinsip nilai manfaat (value for money). Setiap rupiah yang dibelanjakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Setiap rupiah dari anggaran yang dikelola pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan karena di balik anggaran tersebut terdapat amanah untuk menghadirkan pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Agus Yulianto.
Kemendukbangga/BKKBN Sulteng melalui kegiatan ini mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota memperkuat sinergi, mempercepat realisasi anggaran, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memastikan setiap program DAK Subbidang KB memberikan dampak nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting di Provinsi Sulawesi Tengah.(*rls)










