Di hari pertama menjabat sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin langsung merapatkan barisan dengan seluruh jajarannya di hari Senin 18 Mei 2026, bertempat di ruang pola kantor BKKBN.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Langkah tegas dan penuh semangat ditunjukkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., di hari pertama memimpin. Saat bertemu seluruh jajaran di Ruang Pola Kantor Perwakilan, Senin (18/5/2026), ia langsung menargetkan capaian kinerja daerah ini tembus jajaran 10 besar tingkat nasional.
“Tidak ada alasan bagi Sulawesi Tengah untuk tertinggal. Capaian kinerja kita harus minimal masuk dalam daftar sepuluh besar nasional,” ujar Nuryamin dengan nada mantap.

Pegawai berpengalaman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat dan Maluku Utara ini juga memberikan tantangan sekaligus apresiasi bagi para pegawai yang berani berinovasi. Ia menegaskan, setiap terobosan yang dihadirkan dan mampu mengantar daerah masuk peringkat atas, akan mendapat penghargaan khusus dalam penilaian kinerja.
“Keluarkan semua ide brilian kalian, tunjukkan pesona dan keunggulan yang kita miliki. Bagi siapa saja yang berperan membawa kita masuk top ten, saya pastikan penilaian Sasaran Kinerja Pegawai atau SKP-nya bernilai sangat baik,” janjinya.

Lebih jauh, Nuryamin mengingatkan bahwa kesuksesan besar tidak bisa diraih sendirian. Kekuatan organisasi terletak pada kerja sama tim dan komunikasi yang lancar antar sesama pegawai.
“Hindari budaya merasa ‘saya yang paling hebat, saya yang paling kuat’. Ingat, prestasi lahir dari kekuatan bersama. Tim yang kokoh pasti dibangun di atas komunikasi yang kuat pula,” tegasnya.

Tak lupa, saat memimpin apel pagi, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana hati dan lingkungan kerja yang sehat serta harmonis. Ia meminta seluruh jajaran menyingkirkan rasa kesal atau emosi negatif yang hanya akan merugikan diri sendiri.
“Jangan sampai ada yang baperan di lingkungan kerja. Kalau hati penuh amarah atau kekecewaan, yang sakit hati sendiri, dan kerja pun jadi tak tenang,” ujarnya.
Ia menutup arahannya dengan pesan mendalam soal niat baik dan kebersamaan. “Kalau nawaitu kita tulus dan baik, Insya Allah Allah akan menolong langkah kanda-kanda semua. Tetaplah berkoordinasi dan berkomunikasi, jangan pernah berjalan sendiri-sendiri,” pungkas Nuryamin, membakar semangat seluruh pegawai untuk bersatu menuju prestasi tertinggi.***







