Program sinergitas antara Kemendukbangga BKKBN Sulteng dengan Bank Indonesia dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas. F-dok ist.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menerima kunjungan kerja dari perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulteng, Senin (13/04/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama dalam bidang edukasi masyarakat dan pembangunan keluarga yang berkualitas.

Rombongan BI dipimpin langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan, Glenn Nathaniel Pandelaki, dan disambut hangat oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Sulteng, Tenny Calvenny Soriton, beserta jajaran. Suasana pertemuan berlangsung akrab namun penuh semangat untuk melahirkan inovasi kolaborasi ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Glenn Nathaniel menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Salah satu program yang dinilai sukses adalah sosialisasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” yang dikemas melalui kegiatan pemutaran film.

“Kami melihat kolaborasi yang berjalan sangat baik. Ke depannya, kami berharap bentuk kerja sama edukatif ini bisa terus dikembangkan dan menjangkau lebih luas lagi ke masyarakat,” ujar Glenn.

Komitmen bersama mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas di Provinsi Sulawesi Tengah.F-dok.ist
Menanggapi hal tersebut, Tenny Calvenny menyambut baik gagasan penguatan sinergi ini. Ia menegaskan kesiapan BKKBN untuk memperluas jangkauan edukasi berkat dukungan sumber daya manusia yang dimiliki.

“Kami sangat antusias. BKKBN memiliki lebih dari 500 penyuluh yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka siap menjadi ujung tombak untuk menyampaikan berbagai informasi penting, termasuk literasi keuangan, langsung ke tingkat desa,” jelas Tenny.
Pertemuan ini juga membahas isu strategis pembangunan keluarga. Salah satu poin penting yang diangkat adalah penguatan peran laki-laki dalam rumah tangga melalui program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak, seiring dengan semakin besarnya peran produktif perempuan di era modern.
Selain itu, kedua pihak juga menyoroti potensi besar program Generasi Berencana (GenRe). Program pembinaan remaja ini dinilai memiliki fondasi yang kuat sehingga berpotensi dikembangkan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.
Sebagai penutup, disepakati bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan terus diperkuat melalui pembuatan konten bersama, pertukaran informasi, dan dukungan terhadap program-program strategis. Pemanfaatan potensi alumni dan anggota senior GenRe juga didorong agar dapat berkontribusi lebih aktif.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus bersinergi demi meningkatkan kualitas keluarga, memberdayakan komunitas, dan mengoptimalkan potensi generasi muda dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.***







