Kemendukbangga/BKKBN Sulteng Evaluasi Satgas Medsos, Tujuannya Lebih Efektif dan Mengikuti Trend

Berita, Kesehatan, Sulteng116 Dilihat

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah mengadakan kegiatan evaluasi satgas media sosial di Captain Cafe, Palu, pada Sabtu (13/12/2025)

Kegiatan ini bertujuan agar pesan yang disampaikan melalui konten medsos bisa lebih efektif, cepat, relevan, menarik, dan selaras dengan trend saat ini.

Dalam pembukaan acara, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny C Soriton, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengevaluasi konten yang akan dipublikasikan. Langkahnya antara lain dengan memilah konten terkait program yang akan ditampilkan, seperti melakukan pemetaan topik Program Kemendukbangga diantaranya mengenai program penurunan stunting, program Keluarga Berencana (KB) termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk Ibu hamil, ibu menyusui dan bayi non-PAUD.

Evaluasi ini juga bertujuan meningkatkan jumlah pengikut dan interaksi di akun medsos, serta memahami dinamika trend sesuai situasi terkini dan melakukan transformasi akun seiring perkembangan zaman.

“Kita butuh masukan agar medsos Kemendukbangga/BKKBN bisa lebih baik, serta dukungan media dalam mendukung kegiatan atau program-program yang ada di Kemendukbangga/BKKBN Sulteng,” ujar Tenny.

Mutia Sahra

Hadir sebagai pemateri dari Soal Palu Media Group, Direktur Operasional Mutia Sahra, menjelaskan bahwa akun medsos instansi adalah media layanan publik, bukan sekadar akun seremonial atau pribadi. Dalam penjelasannya dia menekankan pentingnya menentukan tujuan dan target kelola akun terlebih dahulu, serta menyarankan jumlah ideal pengelola sosmed sebanyak 5 orang dengan tugas spesifik: 1 videografer, 1 fotografer, 1 desainer grafis, 1 spesialis sosmed, dan 1 copywriter agar konten lebih terarah.

“Selain itu, jangan ada pembelian followers. Tujuan kelola medsos harus meliputi awareness, interest, consideration, engagement, branding, dan conversion, sehingga akun dikenal sebagai ‘tempat bantu’ bukan hanya posting kegiatan,” jelas Mutia.

Moh Rosni

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk Moh Rosni[/caption]

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBn Sulteng, Moh Rosni menyampaikan terima kasih kepada Soal Palu atas masukan yang diberikan, yang nantinya bisa menjadi penguatan bagi pihak satgas Medsos Kemendukbangga/BKKBN Sulteng.

Sementara itu, Ketua Tim Humas Kemendukbangga/BKKBN Sulteng Budiman Jaya berharap akun medsosnya kedepan bisa lebih baik, memiliki lebih banyak interaksi, dan jumlah pengikutnya meningkat, sehingga bisa masuk 5 akun terbaik se-Indonesia menurut penilaian dari Kemendukbangga/BKKBN Nasional.(Nila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *