Emas Dibawa Kampung Tenggelam, Warga Desa air Panas dan Kayuboko Murka

Tambang Cuma Bikin Janji Palsu, Banyak Omong Kosong. Tambang Cuma Bikin Janji Palsu, Diduga Kades Kayuboko Bungkam

Terjadi Banjir Lagi di Desa Air Panas dan desa Kayuboko, Warga Keluhkan Jalan Rusak  dan jembatan terancam runtuh Akibat Tambang Emas. D-dok.ist

SULTENGMEMBANGUN.id, PARIGI MOUTONG – Kemarahan warga Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, memuncak lantaran bencana banjir lumpur kembali menerjang wilayah mereka, Rabu malam, 29 April 2026. Ironisnya, aktivitas penambangan emas yang menjadi biang kerok justru beroperasi di Desa tetangga, Desa Kayuboko, namun dampak terburuk justru dirasakan oleh warga Air Panas.

Yang semakin memancing emosi, warga menuding Kepala Desa Kayuboko seolah tidak menggubris dan membiarkan kondisi ini terjadi, sementara nyawa, rumah dan harta benda warga Air Panas kini terus terancam tenggelam.

Dalam pesan WhatsApp yang viral dan diterima tim media, seorang warga meluapkan kepedihannya yang mendalam. Baginya, ini bukan sekadar masalah jalan rusak, ini soal kehancuran tempat tinggal mereka sendiri akibat ulah orang lain.

“Ini bukan perihal lubangnya, tapi ini kampungku tenggelam. Dia bikin tapi dia tidak perhatikan. Kuala talalu banyak janjinya, talalu banyak dafanya (bohongnya),” tulis Karmono,  salah satu tokoh masyarakat di desa Air Panas  dengan nada emosi yang meledak-ledak.

Banjir yang berlangsung dari siang hingga malam ini membuat akses jalan dan jembatan tertutup lumpur tebal. Aktivitas warga lumpuh total, dan ketakutan akan bencana yang lebih besar terus menghantui.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua BPD Desa Air Panas, Handri Sugeng Wijoyo, menegaskan bahwa masyarakat desanya lah yang paling keberatan dan terancam bahaya.

“Yang keberatan itu masyarakat Desa Air Panas. Sementara diduga Kades Kayuboko malah tidak menggubris kondisi yang ada. Karena masyarakat di Desa Air Panas yang sangat terancam akibat dampak penambangan emas di Desa Kayuboko,” tegas Handri Sugeng Wijoyo kepada awak media.

Lokasi tambang memang berada di wilayah Kayuboko, namun karena letak geografis dan aliran sungai, seluruh material lumpur dan kerusakan lingkungan justru “dibuang” dan menghantam pemukiman warga Air Panas di bagian hilir.

Warga juga membongkar daftar janji manis yang pernah disampaikan oleh perwakilan perusahaan, yang disebut warga sebagai “anak buah Erik”, saat pertemuan di Desa Air Panas sebelumnya.

Hingga saat ini, tidak ada satu pun janji yang ditepati, meskipun bencana terus berulang.

Berikut adalah janji palsu yang terekam dalam bukti percakapan warga:

1. Normalisasi rutin setiap minggu.

2.Santunan perbulan untuk warga

3.Ganti rugi bagi korban banjir

4.Perbaikan jalan di Dusun 1 dan Dusun 2 Air Panas

“Itu semua wa (pesan) warga dengan sy (saya). Ini brusan drg (mereka) lapor lagi,” tambah warga, menegaskan bahwa perusahaan terus berjanji manis namun realisasinya nol besar .

Kondisi ini membuat warga benar-benar kehilangan kepercayaan. Air sungai yang dulu jernih kini berubah keruh penuh lumpur, jalan hancur, dan rumah warga terancam longsor.

“Terlalu banyak janji, terlalu banyak bohong! Mereka kaya raya hasil dari bumi kita, tapi kami yang punya tanah malah menderita, kampung tenggelam, jalan hancur,” geram warga.

Warga menuntut agar pemerintah daerah turun tangan, memeriksa izin operasional, dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab. Kesabaran sudah habis, jika tidak ada perubahan, warga tidak segan mengambil langkah lebih jauh demi keselamatan kampung mereka.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *