Lima Agama Bersatu di Lapangan Immanuel, Doa Bersama & Aksi Peduli Gempa Sulteng Menggema.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU –
Lima Agama Bersatu di Lapangan Semangat persatuan yang luar biasa terasa di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, hadir memadati Lapangan Immanuel Palu, pada Jumat malam (18/06/2026). Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama Peduli Gempa digelar khusus untuk mendoakan kekuatan dan ketabahan bagi saudara kita korban gempa bumi yang melanda Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 lalu.
Momen penuh makna ini dihadiri perwakilan resmi dari lima agama besar di Indonesia: Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Buddha. Semuanya bersatu dalam satu doa dan satu tujuan meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah.

Kegiatan ini awalnya direncanakan sebagai konser rohani, namun berubah makna menjadi wadah persatuan dan doa mendalam yang dikemas dalam rangkaian doa bersama lintas agama peduli gempa.
“Awalnya ini hanya konser rohani. Namun melihat musibah yang menimpa, kami sepakat mengubahnya menjadi doa bersama lintas agama peduli gempa sebagai wujud kepedulian nyata. Semoga Tuhan hadir di tengah kita dan mengaminkan setiap permohonan yang dipanjatkan dalam doa bersama,” ujar ketua panitia, Hendrik Gary Lyanto, yang akrab disapa Ko Aceo.
Suasana malam itu semakin hidup namun tetap berjalan khidmat dengan kehadiran istimewa dari Mongol. Ia tampil dengan peran ganda, menjadi pembawa acara utama sekaligus penghibur yang memukau seluruh hadirin. Kehadirannya dinilai sangat biasa, mampu menyatukan ribuan orang dalam semangat yang sama, penuh kekuatan doa dan kepedulian. Penampilan Mongol menjadi salah satu sorotan yang membuat rangkaian kegiatan ini terasa lebih berkesan dan membuat suasana semakin hidup dan meriah.

Puncak acara berlangsung pada sesi doa lintas agama, di mana masing-masing perwakilan agama secara bergantian menyampaikan pesan dan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran dan kepercayaan yang dianutnya. Turut tampil memimpin doa adalah Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag dari Agama Islam, Pastor Armin Robert (Katolik), Frater Oktavianta, Pandeta Muda (Hindu), beserta perwakilan agama Kristen Protestan, dan Buddha. Momen ini berjalan sangat khidmat, menjadi bukti nyata bahwa meski berbeda cara beribadah, tujuan dan harapan kita tetap satu, memohon pertolongan dan kekuatan bagi saudara yang sedang tertimpa bencana.

Setelah rangkaian doa selesai, suasana dilanjutkan dengan pentas lagu-lagu rohani yang menyentuh hati, dibawakan secara istimewa oleh penyanyi-penyanyi ternama: Yeshua Abraham, Karen Serouna, dan Sari Simorangkir. Lantunan nada dan syair yang penuh makna semakin memperkuat ikatan persaudaraan dan semangat keimanan seluruh umat kristiania yang berkumpul malam itu.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah sekaligus Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan terima kasih mendalam kepada BAMAG Sulteng atas sinergi yang terjalin erat demi mendukung pemulihan di Kabupaten Sigi, wilayah terdampak paling parah.
“Semua ajaran agama mengajarkan kita saling mengasihi. Jangan kita lihat perbedaan agama, suku, maupun budaya. Lihatlah bahwa mereka semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Perbedaan itu adalah sunnatullah, ketetapan Ilahi. Kita lahir dalam beragam bukan atas kemauan sendiri, melainkan kehendak Yang Maha Esa,” tegasnya di hadapan ribuan pengunjung yang memenuhi Lapangan Immanuel.

Ketua Panitia yang akrab disapa Ko Aceo juga menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat penuh. “Saya lahir di Poso, maka sudah menjadi kewajiban dan kebahagiaan saya kembali untuk melayani masyarakat Sulawesi Tengah,” ucapnya seraya kembali mengajak semua pihak yang mampu turut menyumbang agar daerah terdampak segera pulih.
Malam ini juga ditetapkan sebagai momen pengumpulan dana sukarela dari masyarakat, yang digagas bersama oleh BAMAG, FKUB, dan Ketua Dewan Penyantun di BAMAG Sulteng, Ko Aceo. Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di Kabupaten Sigi. Selain penggalangan dana, pasca bencana kemarin, Ketua Dewan Penyantun BAMAG Sulteng, Ir. Hendrik Gary Lyanto, juga menyalurkan bantuan barang berupa 1.000 dus mi instan dan 1.500 bungkus Sari Roti, yang sebagian juga sudah dibagikan gratis kepada seluruh pengunjung yang datang di kegiatan doa bersama lintas agama.

Suasana semakin haru dan menyentuh hati saat Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tampil bersama unsur Forkompinda daerah serta tamu undangan dari Kajati Sulut, Bapak Yakob, mantan Kajati Sulteng juga hadir menyanyikan dua lagu penuh makna: “Torang Basudara” dan “Indonesia Tanah Air Beta”. Penyampaian syair yang penuh penghayatan mengandung pesan kuat bahwa seluruh umat beragama di Sulawesi Tengah adalah satu dalam duka, satu dalam doa, dan satu dalam aksi nyata. “Mari kita bergandengan tangan dan hilangkan segala sekat perbedaan,” ajak Gubernur.
Anwar Hafid juga memberikan penghargaan tinggi kepada panitia, BAMAG, dan FKUB atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermakna ini. “Semoga pertemuan ini membawa berkah, memperkuat silaturahmi, dan menjadi bukti nyata kita bergerak dalam satu doa, satu hati, dan satu aksi,” ujarnya.

Satu dalam doa, dilantunkan di lagu rohani membuat suasana semakin khusyuk dalam memohonkan doa perlindungan kepada Tuhan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi daerah antara lain Ketua DPRD Sulteng, Pangdam Palakawira, Kapolda Sulteng, Kajati Sulteng, tamu undangan dari Kajati Sulut, serta segenap tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan elemen masyarakat luas. Sungguh sebuah kegiatan yang luar biasa dan menjadi bukti nyata persatuan Sulawesi Tengah.
Di penghujung acara, tersampaikan pesan bersama: rencana Tuhan adalah yang terbaik meski manusia belum paham kapan waktunya. Sebagai orang yang masih diberi keselamatan, kewajiban kita adalah berdoa, berbagi dana dan bantuan, serta mengulurkan tangan agar saudara di Sigi dan wilayah lain yang terdampak segera pulih dan bisa bangkit kembali menjalani hidup yang normal lagi.*(Nila)













