Tampak aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat Laranggarui terhadap PT CPM yang sampai saat ini belum merealisasikan janji terhadap masyarakat.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU, – Setelah menunggu selama 11 bulan, masyarakat Laranggarui dengan tegas menuntut pihak PT Citra Palu Mineral (CPM) memenuhi janji yang belum terealisasi, khususnya terkait penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan utama warga.

Isnamoni, koordinator masyarakat Laranggarui, menyampaikan bahwa dari total 7 poin janji yang disepakati, 3 di antaranya masih belum dipenuhi – yaitu penyediaan air bersih, pembangunan bronjong di area sungai kering yang berpotensi menjadi ancaman bagi masyarakat dan janji untuk mengakomodir masyarakat Laranggarui sebagai masyarakat lokal untuk dipekerjakan di PT CPM.
“Kami atas nama seluruh masyarakat Laranggarui, menuntut secara tegas agar PT CPM segera menepati komitmennya. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tegas Isnamoni saat ditemui sejumlah jurnalis di Palu, Sabtu (14/02/2026).

Sebelumnya, pihak CPM pernah memberikan mesin untuk penyediaan air bersih, namun unit tersebut kini rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini semakin memperparah kesulitan masyarakat dalam mengakses air bersih yang layak konsumsi.
Selain itu, masyarakat Laranggarui juga menuntut janji PT CPM untuk mempekerjakan masyarakat lokal (warga Laranggarui). Namun pada kenyataannya, sampai sekarang tidak ada terealisasi.
“Semua janji kosong terkait pernyataan yang disampaikan oleh AmranAmir yang pada waktu itu masih sebagai humas di PT CPM. Sampai sekarang kami masih menyimpan rekaman vidio saat Amran Amir berbicara dihadapan masyarakat Laranggarui. Padahal kami hanya meminta 14 orang saja masyarakat Laranggarui, agar bisa direkrut jadi karyawan atau pekerja di PT CPM. Akan tetapi, semua itu masih berupa janji kosong belaka,” ungkap Isnamoni.
Menanggapi hal itu, dari pihak PT CPM dikonfirmasi sampai saya ini belum memberikan tanggapan.
Masyarakat Laranggarui menyatakan akan terus mengawasi hingga janji tersebut benar-benar terealisasi dan tidak lagi menjadi janji kosong.(Nila)












