Wamen Kemendukbangga saat mewisuda 70 orang lansia dari Sekolah Saroja dan Maroso . Turut mendampingi Kepala Dinas P2KB Kota Palu Ridwan Mustafa dan Sekretaris P2KB Sulteng.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Kehadiran Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., dalam acara Wisuda Sekolah Lansia Tingkat I Kota Palu menjadi kehormatan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi seluruh warga. Acara yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Selasa (29/9/2026), mewisuda sebanyak 70 lansia dari Sekolah Lansia Maroso dan Saroja.

Mewakili Wali Kota Palu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu, Ridwan Mustafa, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada Wamen yang berkenan hadir langsung di momen istimewa tersebut.
“Ibu Wakil Menteri beserta seluruh rombongan, kehadiran Ibu di sini merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami semua. Hari ini menjadi hari yang sangat membanggakan, karena 70 lansia telah menyelesaikan pendidikan dan siap diwisuda,” ujar Ridwan.
Para wisudawan dan wisudawati telah mengikuti proses pembelajaran sebanyak 12 kali pertemuan selama kurun waktu 6 hingga 12 bulan. Bagi Ridwan, perjalanan ini bukan sekadar kehadiran di ruang kelas, melainkan bukti nyata semangat, ketekunan, dan kemauan para lansia untuk terus berkembang, tetap aktif, dan turut berperan dalam kehidupan bermasyarakat.
Yang paling menyentuh hati, wisudawan tertua hari ini telah berusia 88 tahun.
“Usia 88 tahun bukanlah batas untuk berhenti belajar. Justru kehadiran beliau mengirim pesan yang sangat kuat: belajar tidak mengenal usia, berkarya tidak mengenal batas, dan menjadi produktif dapat dilakukan di setiap tahapan kehidupan,” tegas Ridwan disambut tepuk tangan hadirin.

Ridwan menegaskan, program Sekolah Lansia tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kualitas hidup, tetapi juga mendorong para lansia agar tetap produktif, kreatif, sehat, dan bahagia.
Ia mengapresiasi program “Lansia Berdaya” yang didorong oleh BKKBN. Melalui program ini, para lansia yang memiliki potensi mendapatkan pelatihan keterampilan vokasi:
– Tahun 2025: Pelatihan menyulam diikuti 40 siswa Sekolah Lansia Seroja
– Tahun 2026: Pelatihan merajut diikuti 30 siswa Sekolah Lansia Maroso
Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar.
“Ini langkah yang sangat baik. Para lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi diberi kesempatan mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan tetap berkontribusi secara ekonomi sesuai kemampuan mereka,” ungkap Ridwan.
Pemerintah Kota Palu berharap program ini terus dikembangkan dan diperluas, agar semakin banyak warga lanjut usia yang dapat belajar, berkarya, bersosialisasi, dan menjalani masa tua dengan penuh semangat dan kebahagiaan.(Nil)













