Jangkau Wilayah Terpencil, BSI Palu Pastikan Kemudahan Akses Layanan Hingga ke Kepulauan

Berita, Sulteng276 Dilihat

Pertemuan silaturahmi dengan kepala cabang BSI Palu terkait kerjasama dalam mendukung program pembangunan keluarga.F-dok.ist

SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen menjamin kemudahan akses layanan perbankan bagi seluruh nasabah, termasuk para pegawai dan masyarakat yang berada di wilayah kepulauan maupun daerah yang belum memiliki kantor cabang atau jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Hal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Cabang BSI Palu, Moh. Yamin Andang, saat melakukan pertemuan dengan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Nuryamin, pada Rabu (20/5/2026).

Andang menjelaskan bahwa keberadaan kantor cabang tidak menjadi batasan pelayanan. Pihaknya menerapkan sistem pelayanan jemput bola dengan mengerahkan tim langsung ke lokasi nasabah, guna memastikan kebutuhan perbankan tetap terlayani dengan baik.

“Jika nasabah tidak bisa datang ke kantor cabang, tim kami siap turun langsung ke daerah. Baik pelayanan administrasi maupun pengajuan kredit tetap bisa kami layani melalui mekanisme koordinasi antar cabang yang sudah kami siapkan,” ujar Andang.

Ia mencontohkan, wilayah kepulauan seperti Banggai Kepulauan dan Banggai Laut yang belum memiliki perwakilan resmi, tetap mendapatkan pelayanan maksimal yang disalurkan melalui tim layanan yang berpusat di Cabang Luwuk. Pola ini diterapkan agar tidak ada celah pelayanan yang terlewatkan meskipun lokasi berada jauh dari pusat kota.

“Jadi pelayanan tidak harus selalu menunggu nasabah datang ke kantor. Kami juga bisa jemput bola ke daerah-daerah tertentu agar kebutuhan layanan tetap terpenuhi dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Selain layanan konvensional, Andang juga memaparkan ragam layanan modern yang dimiliki BSI, mulai dari fasilitas mobile banking, transaksi nontunai, pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), kemudahan penggunaan ATM lintas bank, hingga fasilitas kartu kredit pemerintah yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan operasional kantor instansi.

Pihak BSI juga memberikan perhatian khusus bagi para pegawai yang bertugas di wilayah terpencil maupun mereka yang belum terbiasa beradaptasi dengan sistem layanan digital, terutama pegawai senior yang telah lama menggunakan layanan bank konvensional sebelumnya.

“Kami memahami masih ada pegawai yang belum terbiasa atau belum mahir menggunakan sistem digital. Karena itu, ke depannya kami akan mengadakan sosialisasi dan penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Tujuannya agar seluruh pegawai dapat memahami dan memanfaatkan layanan BSI dengan nyaman dan mudah,” tegas Andang.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen BSI dalam menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, merata, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah-wilayah terluar Sulawesi Tengah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *