BKKBN Sulteng menyelenggarakan kemah remaja bersama PMR dan PIK-Remaja dari SMKN 1 Ampana Kota dalam rangka edukasi kesehatan reproduksi yang sejak dini harus diketahui oleh remaja.F-dok.istbkkbn.
SULTENGMEMBANGUN.id, Tojo Una-Una – Sebanyak 65 siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMKN 1 Ampana Kota mengikuti kegiatan kemah selama tiga hari, berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2026 di Desa Kajulangko, Kecamatan Ampana Tete. Mengusung tema “Membangun Karakter Mulia Melalui Kebersamaan dan Kemandirian”, kegiatan ini tidak hanya melatih kedisiplinan dan kemandirian, tetapi juga menjadi wadah penting penguatan pemahaman kesehatan reproduksi bagi para remaja.

Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah turut ambil bagian dalam kegiatan ini melalui Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Tojo Una-Una. Tim ini memberikan penyuluhan lengkap mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja, mulai dari penjelasan fungsi organ reproduksi, langkah-langkah menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim, hingga pemahaman menyeluruh terkait perubahan fisik dan emosional yang terjadi saat masa pubertas.
“Remaja perlu memahami kesehatan reproduksi sejak dini agar mampu menjaga diri, membuat keputusan yang sehat, dan terhindar dari perilaku berisiko,” ungkap salah satu narasumber dalam sesi edukasi yang berlangsung interaktif.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi materi. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi seputar berbagai hal, mulai dari perubahan yang dialami tubuh saat remaja, pola pergaulan yang sehat, hingga cara menjaga kesehatan diri baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memperkuat pengetahuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempersiapkan mental remaja dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Wakil Kepala Sekolah beserta Guru Pembina SMKN 1 Ampana Kota turut hadir mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Melalui perpaduan kegiatan alam dan edukasi kesehatan ini, diharapkan para peserta dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik dan reproduksi, tetapi juga mandiri, berkarakter positif, dan siap menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.(*NN)













