Sinergitas program Kemendukbangga BKKBN Sulteng dengan OPD terkait.F-dok.ist
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah terus bergerak cepat mewujudkan keluarga yang berkualitas, pada Senin (6/4/2026), menggelar kegiatan Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Lansia Berdaya (SIDAYA) di Ruang Pola kantor perwakilan mereka.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk menyatukan visi dan kekuatan berbagai pihak. Acara dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan beragam mitra kerja yang memiliki peran vital dalam pembangunan keluarga di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Suryani, S.P., menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan komitmen dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan program-program unggulan ini sangat bergantung pada seberapa erat kerja sama yang dibangun.
“Sinergitas lintas sektor adalah kunci utama. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Melalui pertemuan ini, kita berupaya agar semua pihak terlibat aktif, sehingga program TAMASYA, GATI, dan SIDAYA benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suryani.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembangunan keluarga adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kebersihan, kesinambungan, dan komitmen tinggi.
“Keberhasilan tidak bisa diraih oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat dan sinergi yang berkelanjutan. Hanya dengan begitu, program TAMASYA, GATI, dan SIDAYA dapat memberikan dampak nyata dan mengubah kehidupan keluarga di Sulawesi Tengah menjadi lebih baik,” tegas Tenny.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang sangat berwawasan. Narasumber yang hadir berasal dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulteng, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai, hingga Tim Kerja KSPK BKKBN Sulteng.
Mereka berbagi strategi implementasi, cara memperkuat peran mitra di lapangan, hingga berbagai inovasi kreatif agar program-program ini dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Sebagai bukti keseriusan dan kesatuan tujuan, kegiatan ini ditutup dengan momen penting: penandatanganan kesepakatan hasil pertemuan. Dokumen ini diharapkan menjadi landasan hukum dan moral yang memperkuat ikatan kerja sama antar-stakeholder, serta menjamin keberlanjutan program di masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BKKBN Sulteng berharap seluruh mitra semakin solid dan kompak. Bersama-sama, mereka siap berkontribusi nyata untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang tidak hanya sejahtera, tetapi juga berkualitas, mandiri, dan berdaya saing tinggi.***













