SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Suasana haru dan kehangatan menyelimuti puncak acara reuni 3 dekade atau 30 tahun pengabdian Ikatan Alumni Bhayangkara Emas (Ikabhamas) Angkatan XIV Polda Sulawesi Tengah. Di salah satu hotel berbintang di Kota Palu, Sabtu malam (4/4/2026), momen kebersamaan ini terasa begitu istimewa dengan kehadiran anak-anak difabel dari Rumah Merah Putih.

Kehadiran mereka bukan sekadar tamu undangan, melainkan wujud nyata kepedulian dan kasih sayang Ikabhamas dalam menjalin tali asih yang erat. Bagi seluruh keluarga besar Ikabhamas, berbagi kebahagiaan bersama mereka adalah anugerah dan kebahagiaan tersendiri yang tak ternilai harganya.
Suara Emas di Atas Panggung

Sebagai Ketua Panitia, Akp Musa tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku sangat terharu melihat antusiasme dan semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak difabel tersebut.
“Saya sangat bahagia dan terharu dengan kehadiran mereka. Ada kebahagiaan tersendiri yang kami rasakan. Apalagi kami memberikan kesempatan bagi mereka untuk naik ke panggung utama dan membawakan beberapa lagu. Penampilan mereka sungguh luar biasa dan berhasil menarik perhatian seluruh tamu undangan, bahkan tak sedikit tamu hotel yang sedang menginap pun ikut terpesona dan berhenti menyaksikan aksi mereka,” ujar Akp Musa dengan bangga.

Salah seorang pengunjung hotel, Abdi, yang kebetulan menyaksikan momen tersebut mengaku tak kuasa menahan air mata. Ia terharu melihat keberanian dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak difabel tersebut.
“Betapa bahagianya hati saya melihat mereka bernyanyi. Sungguh luar biasa, mereka tampil dengan penuh percaya diri di atas podium. Tak terasa air mata bahagia dan haru menetes melihat semangat mereka,” ungkap Abdi dengan nada terharu.
Kami Merasa Dihargai dan Percaya Diri
Di sisi lain, Azizah, salah satu perwakilan anak difabel dari Rumah Merah Putih, mengaku merasa sangat bangga dan bersyukur. Ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya dan teman-temannya diundang secara khusus untuk tampil di panggung utama acara sebesar ini.
Dengan senyum ceria, Azizah menceritakan pengalamannya. “Baru kali ini kami diundang naik ke podium dan diberi kesempatan membawakan lagu. Di sini kami merasa sangat dihargai, merasa percaya diri, dan tanpa rasa malu sedikitpun kami tampil memukau di hadapan Bapak-bapak sekalian,” katanya.
Penampilan yang energik dan penuh penghayatan dari Azizah serta teman-temannya berhasil memukau seluruh hadirin yang hadir. Suasana yang tadinya penuh kegembiraan reuni, berubah menjadi momen yang sangat menyentuh hati dan penuh inspirasi.
“Terima kasih banyak kepada Ikabhamas Angkatan XIV Polda Sulteng. Semoga silaturahmi dan tali kasih ini tidak terputus, terus terjalin dengan baik dan berkelanjutan untuk kebahagiaan kita semua,” harap Azizah penuh harap.
Kehadiran warga difabel ini bukan hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Ikabhamas hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi sesama rekan seperjuangan, tetapi juga membuka hati dan tangan untuk berbagi kasih dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih.(Nila)













