Raih Dua Penghargaan Internasional yaitu HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026 dan HR Asia People Transformation Award 2026. F-ist.
SULTENGMEMBANGUN.id, Jakarta — PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan tambang nikel terintegrasi dan berkelanjutan, berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang HR Asia Best Companies to Work for in Asia Awards 2026. Penghargaan yang diterima meliputi kategori HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026 dan HR Asia People Transformation Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam anugerah yang digelar di Jakarta pada Jumat 5 Juni 2026 dan diterima langsung oleh Ranty Astari Rachman selaku Sekretaris Perusahaan serta Gandi Husodo, Manajer Senior Pengadaan Talenta, Manajemen Kinerja, dan EVP PT Vale. Ajang yang diselenggarakan oleh Business Media International (BMI) ini menggunakan metode penilaian khusus bernama TEAM Assessment, yang mengukur keterlibatan, sikap, motivasi, dan pengalaman kerja karyawan secara langsung. Hasil penilaian ini dapat dibandingkan antarindustri dan negara, sehingga menjadi tolok ukur yang diakui luas di kawasan Asia.

Pengakuan ini menjadi bukti nyata atas investasi jangka panjang PT Vale dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan mampu mengembangkan potensi karyawan. Dengan tenaga kerja lebih dari 3.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah operasional, pengelolaan sumber daya manusia menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi transformasi dan dukungan terhadap program hilirisasi mineral kritis nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan. Salah satunya adalah Cooperative Education Program (Co-Ops) yang bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, menjembatani dunia pendidikan dan industri. Pada tahun 2025, sebanyak 16 mahasiswa terpilih dari 48 pendaftar untuk mengikuti magang penuh waktu selama enam bulan di area operasional perusahaan.
Di lingkungan internal, pengembangan karier juga terus diperkuat. Sepanjang tahun 2024, sebanyak 370 karyawan mendapatkan promosi jabatan, sementara 143 tenaga kerja non-staf berhasil meraih sertifikasi profesi nasional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi. Seluruh karyawan juga menjalani sistem penilaian kinerja yang terstruktur untuk mendukung jalur karier yang jelas.
PT Vale juga memberikan perhatian besar pada pemberdayaan masyarakat sekitar. Sejak beroperasi, perusahaan telah melibatkan lebih dari 11.000 warga lokal sebagai karyawan maupun mitra usaha, dengan 87% di antaranya berasal dari Kabupaten Luwu Timur dan Sulawesi Selatan. Untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja setempat, dikembangkan pula program Vocational Short-Term Training bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Politeknik Sorowako.
Dalam mewujudkan kesetaraan dan keberagaman, saat ini perempuan menduduki 11,6% dari total tenaga kerja, di mana 17 orang di antaranya memegang posisi manajerial. Selain itu, PT Vale juga mempekerjakan 70 penyandang disabilitas di berbagai unit kerja dan menerapkan prinsip upah setara untuk pekerjaan yang setara tanpa memandang jenis kelamin.
Aspek kesejahteraan juga menjadi prioritas. Melalui Program Kesehatan dan Kebugaran, sebanyak 623 karyawan dan tenaga kerja mitra mengikuti kegiatan tersebut, dan 98% peserta melaporkan peningkatan kondisi kesehatan serta energi kerja setelah mengikuti program.
Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen jangka panjang dalam mengembangkan sumber daya manusia.
“Melalui disiplin dan integritas, kami ingin memastikan kontribusi nyata PT Vale bagi kedaulatan energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Karyawan adalah inti dari janji tersebut, dan penghargaan ini menegaskan bahwa cara kami memperlakukan tenaga kerja tidak terpisahkan dari cara kami menjalankan bisnis,” ujarnya.
Penghargaan ini melengkapi rangkaian pengakuan yang telah diterima perusahaan di bidang keberlanjutan, tata kelola, dan pengelolaan lingkungan. Bagi PT Vale, keberlanjutan tidak hanya diukur dari cara mengelola sumber daya alam, tetapi juga dari bagaimana manusia yang menjalankan usaha ini diberdayakan dan dikembangkan. Sejalan dengan dukungan terhadap hilirisasi nasional dan transisi energi global, investasi pada talenta, budaya kerja, dan kesejahteraan karyawan akan terus menjadi fondasi utama perusahaan.(*rls)













