Upacara serah terima jabatan di lingkup Polresta Palu, di pimpin langsung Kapolres Palu, Komisaris Besar Polisi Hari Rosena,S.H., S.I.K., M.Si., pada Senin 25 Mei 2026.
SULTENGMEMBANGUN.id, Palu – Prosesi serah terima jabatan pejabat utama dan pejabat operasional di lingkungan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu berlangsung khidmat, pada Senin (25/05/2026), bertempat di Halaman kantor Polresta Palu.
Dalam arahannya, Kapolres Palu, Komisaris Besar Polisi Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada pejabat yang baru saja dilantik maupun yang telah menyelesaikan masa tugasnya, sekaligus menegaskan pentingnya memegang teguh sumpah dan integritas dalam setiap langkah pengabdian.

Kapolres Palu,Kombes Pol Hari memimpin Sertijab Kasat Intelkam Polresta palu, dari pejabat lama kepada pejabat baru.
Menurut Kombes Pol Hari, pelantikan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan penegasan janji. “Sumpah dan janji integritas yang kita ucapkan bukan hanya ditujukan kepada diri sendiri dan masyarakat, tetapi yang paling utama adalah janji di hadapan Tuhan. Ini menjadi landasan kita menjalankan seluruh tugas, fungsi, dan wewenang sebagai anggota Polri,” tegasnya.
Penyegaran jabatan ini, lanjut dia, sangat strategis, terutama dalam menangani isu krusial seperti peredaran narkoba. Kehadiran pemimpin baru diharapkan membawa semangat baru, cara pandang baru, dan strategi yang lebih adaptif sesuai tantangan wilayah masing-masing.

Kapolres Palu mencontohkan kinerja mantan Kepala Satuan Intelijen (Kasat Intel) Polresta Palu, AKP Musa, S.Sos., M.M., yang kini mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) di Polres Sigi. Selama kurang lebih satu setengah tahun bertugas di Palu, AKP Musa dinilai sukses menjaga stabilitas keamanan kota.

“Di bawah kepemimpinan AKP Musa, kondisi Kota Palu selalu terjaga kondusif. Alhamdulillah, meski sering terjadi unjuk rasa atau aksi massa yang bukan hanya datang dari dalam kota, namun juga terkadang ada aksi dari luar daerah, keamanan tetap aman, tidak ada kericuhan, dan tidak ada perusakan fasilitas negara. Beliau dikenal cepat tanggap terhadap situasi, bersikap humanis, sangat dekat dengan masyarakat, dan mampu menjaga hubungan baik dengan insan pers. Sosok seperti Musa yang bisa diteladani yang kami harapkan ada pada setiap anggota Polri,” ungkap Kombes Hari.

Pengalaman AKP Musa menjadi tolak ukur bagi pejabat baru. “Paling tidak, pejabat baru harus menjadi magnet atau daya tarik positif. Setiap anggota wajib cepat beradaptasi, mengenal seluk-beluk wilayah, karakteristik masyarakat, hingga titik rawan di daerah binaan masing-masing. Dengan begitu, setiap keputusan yang diambil akan tepat sasaran dan terarah,” pesannya.
Sebagai gambaran nyata, Kapolres menyinggung wilayah kerja Kapolsek Tawaeli yang dikenal memiliki tantangan khusus terkait peredaran narkoba di beberapa lokasi. Bahkan wilayah kerjanya diklaim ada salah satu kampung narkoba. Tentunya dengan penyegaran personel diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam memutus mata rantai kejahatan di lokasi-lokasi yang rawan tersebut.

Menyoroti masalah narkoba yang masih menjadi musuh bersama, Kapolres menyebutkan bahwa penindakan hukum saja tidak cukup. Sering kali, setelah ditindak dan diberi penyuluhan, pelaku kembali berulah. Di sinilah letak pentingnya peran masyarakat.
“Kita harus sadar, antara narkoba dan pencurian itu berhubungan erat. Polisi hanya bisa bertindak sebagai pencegah dan penegak hukum. Satuan Narkoba kami bekerja siang malam, bahkan boleh dikatakan dibuat tidak bisa tidur demi menindak. Namun, jika akar masalahnya tidak diatasi, hasilnya akan terbatas. Semuanya kembali lagi pada masyarakat sendiri. Apakah masyarakat mau sadar, atau justru membiarkan lingkungan menjadi sarang pengedar?” paparnya.

Ia menegaskan, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kritik dari masyarakat sangat dibutuhkan, asalkan bersifat membangun. “Parameter keberhasilan pejabat yang baru dilantik sederhana saja, mampu menegakkan hukum dengan tegas, namun tetap peka dan tanggap terhadap aspirasi serta kondisi lingkungan masyarakatnya,” tambahnya.
Sementara itu, AKP Musa, S.Sos., M.M., yang melepas jabatan Kasat Intel dan kini menjabat Kabag Ops Polres Sigi, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas apresiasi Kapolres Palu dan kerja sama para kabag, kasat kapolsek dan jajarannya serta seluruh anggota selama bertugas.
Menurutnya, mutasi dan pergantian jabatan adalah hal wajar sebagai bentuk penyegaran organisasi. Di tempat tugas barunya, ia berjanji memberikan dedikasi terbaik.
“Polri adalah bagian dari masyarakat. Di mana pun ditugaskan, tugas kita tetap sama, menjaga keamanan, ketertiban, dan menegakkan hukum. Saya akan berupaya mengemban amanah ini dengan amanah. Saya percaya, kepolisian tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh sinergi dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen bangsa. Jika kita sejalan dan sepaham, beban tugas akan terasa lebih ringan dan keamanan akan terjaga abadi,” pungkas AKP Musa.
Prosesi serah terima jabatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi internal kepolisian sekaligus mempertegas komitmen Polresta Palu dalam melayani dan melindungi masyarakat demi Kota Palu yang aman, damai, dan kondusif.***












