OJK Sulteng Gelar Pelatihan Pelatih, Perkuat Kapasitas Literasi Keuangan Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Toli-Toli, beberapa waktu lalu.F-dok.ist
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi masyarakat pesisir di Desa Banagan, Kabupaten Toli-Toli, guna memperkuat pemahaman serta kesiapan literasi dan inklusi keuangan menyusul ditetapkannya wilayah tersebut sebagai calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Desa Banagan menjadi satu dari 65 lokasi pembangunan KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia, yang pengembangannya masuk dalam lingkup kerja pengawasan 27 Kantor OJK Daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Tengah. Meski pengoperasian KNMP di wilayah tersebut belum berjalan, OJK telah mengambil langkah strategis berupa tahap inkubasi guna memastikan kesiapan warga saat ekosistem keuangan pendukung program ini mulai berfungsi.
Kegiatan ini merupakan bagian implementasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) OJK yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah Pusat poin kedua dan keenam, bertujuan memperluas akses sekaligus pemanfaatan layanan keuangan formal demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Sebelumnya, tim OJK telah melakukan pemetaan kondisi warga yang menunjukkan sebagian besar pelaku usaha perikanan masih memiliki keterbatasan memanfaatkan beragam produk dan layanan jasa keuangan, termasuk layanan berbasis digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi sektor keuangan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman komprehensif agar siap memanfaatkan fasilitas keuangan saat KNMP beroperasi nanti.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menjelaskan sinergi antara program EKI dengan pengembangan KNMP di Desa Banagan diarahkan untuk membangun pemahaman nelayan mengenai prinsip pengelolaan keuangan yang tepat, pemanfaatan layanan tabungan, perlindungan asuransi, hingga akses pembiayaan produktif demi keberlanjutan usaha.
“Kita ingin nelayan tidak hanya tangguh saat melaut, namun juga cerdas dalam mengatur keuangannya,” ujar Bonny saat membuka kegiatan tersebut.
Diharapkan melalui pola pelatihan pelatih ini, peserta yang telah mengikuti kegiatan nantinya dapat berperan sebagai agen penyebar literasi yang akan menyampaikan pengetahuan pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, hingga hak perlindungan konsumen kepada masyarakat luas di Desa Banagan, sehingga manfaat edukasi dapat dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Ke depannya, OJK Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku industri jasa keuangan. Langkah ini diambil guna mendukung sepenuhnya pengembangan KNMP di Desa Banagan, meningkatkan ketahanan usaha nelayan, mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, hingga memastikan keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih berjalan berkelanjutan.(*rls)












