Pada Jurnalis update triwulan III 2026 di Tentena, Kepala OJK merilis perkembangan indeks Literasi keuangan di Sulteng selama 2026 masih tumbuh positip.F-dok.humas OJK Sulteng.
SULTENGMEMBANGUN.id, POSO – Meskipun kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Tengah tumbuh positif, data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan wilayah masih berada di bawah rata‑rata nasional. Indeks literasi keuangan Sulteng tercatat 60,07% dibanding nasional 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 88,65% (nasional 93,61%).qq
Menanggapi hal ini, OJK Sulteng terus memperkuat program edukasi keuangan ke berbagai lapisan masyarakat. Hingga Juli 2026, telah dilaksanakan 154 kegiatan edukasi yang menjangkau 531.088 peserta, mulai dari pelaku UMKM, petani, pelajar, perempuan, hingga penyandang disabilitas.
Selain edukasi, OJK juga memperkuat layanan dan perlindungan konsumen. Sepanjang April‑Juli 2026, OJK Sulteng menerima 1.953 layanan konsumen yang terdiri dari pengaduan, pertanyaan, dan permintaan informasi dengan tingkat penyelesaian 93,2%. Ribuan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga diberikan untuk membantu masyarakat memahami riwayat kredit masing‑masing.
OJK menilai masih ada ruang besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang aman, cerdas, dan terhindar dari penipuan keuangan.(*rls)












