Investor Pasar Modal Sulteng Tembus 216 Ribu di 2025, OJK Gelar 148 Edukasi Keuangan

OJK Sulteng menggelar acara buka puasa bersama insan pers sekaligus dirangkaikan dengan pertemuan Jurnalis update triwulan I 2026.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU
PALU – Sektor pasar modal di Sulawesi Tengah mencatat perkembangan yang sangat positif hingga akhir tahun 2025. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap dunia investasi di wilayah tersebut.

Dari informasi yang disampaikan Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, pada pertemuan update jurnalis triwulan I 2026, menyebutkan bahwa  jumlah investor pasar modal yang teridentifikasi melalui Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tengah mencapai 216.045 SID per Desember 2025. Angka ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 144.159 SID pada Desember 2024.

Dari total investor tersebut, instrumen Reksa Dana mendominasi dengan jumlah 164.562 SID, atau sekitar 76,17% dari keseluruhan investor. Sementara itu, jumlah investor saham juga meningkat tajam menjadi 42.271 SID, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 29.198 SID. Investor Surat Berharga Negara (SBN) juga turut naik menjadi 4.212 SID dari sebelumnya 3.282 SID.

Jurnalis update OJK Sulteng Triwulan I 2026

Tidak hanya jumlah investor, nilai transaksi saham juga menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Per Desember 2025, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp1.558,10 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya Rp658,36 miliar. Hal ini mengindikasikan aktivitas perdagangan saham yang semakin hidup secara year-on-year.

Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Kantor OJK (KOJK) Sulawesi Tengah terus gencar melakukan sosialisasi. Sepanjang tahun 2025, KOJK Sulteng telah melaksanakan sebanyak 148 kegiatan edukasi yang diikuti oleh 142.557 orang. Peserta tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, perempuan, karyawan, pelaku UMKM, petani, nelayan, pensiunan, komunitas, pekerja informal, profesional, hingga penyandang disabilitas.

Di sisi layanan konsumen, per 31 Desember 2025, KOJK Sulteng mencatat menerima 1.547 layanan. Rinciannya terdiri dari 451 layanan pengaduan, 1.075 pemberian informasi, dan 21 penerimaan informasi.

Dari total layanan tersebut, sebagian besar terkait dengan Perbankan Konvensional (BU) sebanyak 522 layanan, diikuti oleh perusahaan pembiayaan (431 layanan), fintech (303 layanan), dan Non LJK (199 layanan). Selain itu, terdapat juga layanan terkait Perbankan BPR Konvensional, Perbankan Syariah, asuransi, pergadaian, hingga penyelenggara crypto. KOJK Sulteng juga melayani 27.100 permohonan Informasi Debitur melalui SLIK.

Meningkatnya jumlah layanan dan pengaduan ini membuat OJK mengimbau masyarakat untuk semakin waspada terhadap modus kejahatan digital yang semakin beragam. Masyarakat diminta untuk tidak mudah tergiur bujuk rayu pelaku kejahatan dan selalu berhati-hati terhadap penawaran atau transaksi yang mencurigakan.

“Jangan pernah membagikan informasi personal seperti kode OTP, PIN, CVV, nomor kartu, dan masa berlaku kartu kepada siapapun, terutama pihak yang mengaku sebagai petugas lembaga jasa keuangan namun tidak menghubungi melalui kanal resmi,” tegas OJK.

Selain itu, sepanjang Januari hingga November 2025, Sekretariat Satgas PASTI di Jakarta telah menerima 4.514 aduan terkait investasi ilegal dan 18.633 aduan terkait pinjaman online ilegal. Dari jumlah tersebut, telah ditindaklanjuti dengan penghentian 354 entitas investasi ilegal dan 2.263 entitas pinjaman online ilegal.

OJK mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran pekerjaan paruh waktu, pinjaman ilegal, atau investasi yang menawarkan keuntungan tidak logis. Masyarakat diharapkan selalu mengecek legalitas entitas penawaran dengan menghubungi layanan konsumen OJK di telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau email konsumen@ojk.go.id.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) melalui tautan www.kontak157.ojk.go.id, serta mengikuti akun Instagram @ojkindonesia dan @Kontak157 untuk mendapatkan informasi dan edukasi keuangan terkini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *