Friderica Widyasari Dewi
SULTENGMEMBANGUN.id, Jakarta, 25 Mei 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan sektor jasa keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi wilayah melalui pembiayaan yang inklusif, produktif, dan berbasis potensi lokal. Langkah ini diperkuat lewat penyelenggaraan Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Balai Kartini, Senin (25/5).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional bertumpu pada kemajuan di daerah. Di tengah dinamika global, kolaborasi menjadi kunci antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta kementerian teknis untuk menyusun strategi pembangunan yang tepat sasaran.
“Mari kita bersinergi dan berkolaborasi mendukung ekonomi daerah, agar nantinya menjadi penopang ekonomi nasional yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Friderica.

Sejak 2024, OJK telah menjalankan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang kini telah diterapkan di 40 kabupaten dan kota. Program ini berfokus pada pengembangan potensi unggulan wilayah mulai dari sektor agrikultur hingga ekonomi kreatif, dengan keterlibatan minimal tiga jenis lembaga jasa keuangan dalam setiap ekosistemnya.
Berbagai fokus pengembangan strategis telah berjalan, antara lain:
– Sumatera Selatan: Ekosistem kopi hulu-hilir dengan nilai industri olahan capai Rp129 triliun.
– Jawa Timur: Ekosistem susu sapi perah bernilai ekonomi Rp49,5 triliun.
– Jawa Tengah: Ketahanan pangan berbasis padi, jagung, dan rajungan dengan potensi Rp1.684 triliun.
– DKI Jakarta: Ekonomi kreatif (film & konten) diproyeksi capai Rp2.130 triliun pada 2029.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menegaskan komitmen memperluas jangkauan program ini agar manfaatnya dirasakan lebih luas melalui pembangunan ekosistem ekonomi prioritas di tiap daerah.
Konferensi ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR Mokhamad Misbakhun, serta sejumlah gubernur dan wakil gubernur dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga Hartarto menyampaikan dukungan pemerintah pusat melalui penggenjotan Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, hilirisasi industri, hingga persiapan sumber daya manusia unggul. Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR Mokhamad Misbakhun mengapresiasi langkah OJK mengonsolidasikan sektor keuangan dan mempercepat akses keuangan daerah agar dampak pembangunan merata ke seluruh masyarakat.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menambahkan, ekonomi daerah yang kuat bukan hanya soal besarnya anggaran, melainkan kemampuan mengubahnya menjadi layanan, produktivitas, hingga kesejahteraan rumah tangga. “Pertumbuhan dimulai saat kebijakan pusat dan daerah bergerak bersama,” ucapnya.
Ke depannya, OJK akan terus memperkuat sinergi lintas sektor serta memperluas Program PED ke sektor potensial lain seperti pariwisata, menjadikan daerah sebagai sumber pertumbuhan baru nasional berbasis rantai nilai yang kokoh.(*rls)








