OJK Sulteng hadir berikan sosialisasi mengenai literasi keuangan bagi calon pekerja migran Indonesia.
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah terus memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok prioritas yakni calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini sejalan dengan arahan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025 untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat luas.
Wujud nyata dari komitmen tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, Migrasi Aman, dan Literasi Keuangan yang digelar di STIKES Bala Keselamatan Palu, Rabu (12/5/2026).
Acara ini sekaligus menjadi momen peluncuran Buku Saku Literasi Keuangan bagi Calon PMI bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi erat antara OJK Sulawesi Tengah dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3MI) Sulawesi Tengah.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menegaskan bahwa peran PMI sangat vital bagi perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari arus pengiriman uang atau remitansi yang masuk ke dalam negeri. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai remitansi PMI pada tahun 2024 mencapai sekitar 15,70 miliar dolar AS atau setara Rp263,8 triliun. Angka ini menempatkan remitansi sebagai penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara setelah sektor migas.
“Melalui kegiatan ini, OJK ingin memastikan calon PMI tidak hanya siap secara keterampilan bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola pendapatan secara bijak, aman, dan produktif. Tujuannya agar hasil kerja keras mereka memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga di kampung halaman,” ujar Bonny saat membuka acara.

Peningkatan pemahaman keuangan bagi calon PMI dinilai sangat mendesak dan penting. Hal ini bertujuan meminimalkan berbagai risiko yang kerap mengintai pekerja migran, mulai dari penipuan, jeratan utang tidak sehat, penyalahgunaan rekening dan data pribadi, hingga kejahatan keuangan digital yang belakangan ini marak terjadi.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta yang berjumlah 150 orang—terdiri dari mahasiswa, calon PMI, akademisi, dan pemangku kepentingan—mendapatkan pembekalan materi langsung dari narasumber OJK, pelaku usaha jasa keuangan, dan instansi terkait. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan dan perencanaan keuangan, cara memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal, perlindungan data pribadi, hingga cara mengenali dan menghindari praktik keuangan ilegal.
Selain wawasan keuangan, peserta juga dibekali informasi lengkap mengenai peluang kerja di luar negeri, prosedur migrasi yang aman, serta urgensi bekerja melalui jalur resmi. Hal ini penting agar setiap PMI mendapatkan perlindungan hukum dan hak-haknya terpenuhi selama bekerja di negara tujuan.
OJK Sulawesi Tengah berharap, dengan bekal pengetahuan ini, para calon PMI semakin matang dan siap berkarir di luar negeri dengan kesiapan finansial yang kuat. Sehingga, hasil kerja keras mereka dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan kesejahteraan diri, keluarga, serta turut menggerakkan roda ekonomi daerah dan nasional.***







