Cerita Bus dan Pesan Cinta Kota dari walikota Palu, Hadiyanto Rasyid bersama komunitas Rumah Kacilii. F-dok.ist)
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai halaman rumah jabatan Kantor Wali Kota Palu pada Selasa pagi (02/06/2026). Pukul 09.30 WITA, Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., menerima kunjungan istimewa dari komunitas Rumah Kacili, sebuah wadah pembelajaran alternatif yang berfokus pada pengembangan potensi dan kreativitas anak usia dini.

Kedatangan rombongan anak-anak ini disambut langsung oleh Wali Kota Hadianto dengan penuh keramahan. Ia tak segan berbaur dan berinteraksi akrab dengan para anak didik, mendengarkan celoteh mereka, hingga mengajak berdiskusi ringan. Momen paling dinanti dan menjadi sorotan adalah saat Wali Kota membacakan sebuah cerita menarik bertema tentang bus.
Duduk melingkar di halaman rumah dinas, anak-anak tampak sangat antusias dan serius menyimak setiap alur cerita yang dibawakan langsung oleh orang nomor satu di Kota Palu tersebut. Ekspresi wajah mereka yang beragam, mulai dari kagum hingga tertawa, menjadi bukti bahwa kehadiran Wali Kota di tengah mereka memberikan kesan mendalam dan kebahagiaan tersendiri.
Tak sekadar berbagi dongeng, Wali Kota Hadianto juga menyisipkan pesan penting di sela-sela cerita. Ia mengajak seluruh anak-anak yang hadir untuk mulai mencintai dan menjaga Kota Palu sejak usia dini. Menurutnya, rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal adalah nilai dasar yang harus ditanamkan agar kelak tumbuh generasi yang bertanggung jawab.
“Anak-anak harus belajar mencintai dan menjaga kota ini. Kota Palu adalah rumah kita bersama yang harus dirawat dan dijaga kebersihan serta keindahannya. Kalian adalah generasi penerus, jadi mulailah peduli dari hal-hal kecil di sekitar kalian,” pesan Wali Kota Hadianto di hadapan para orang tua dan pendamping anak.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota juga memberikan apresiasi tinggi kepada keberadaan Rumah Kacili. Ia menilai, kehadiran komunitas ini sangat positif dan menjadi pelengkap dunia pendidikan di kota ini. Berbagai kegiatan yang disajikan tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, serta membangun mental dan karakter anak sejak dini melalui cara yang menyenangkan.
“Ini adalah kegiatan yang sangat positif dan patut didukung. Di sini, anak-anak diberikan ruang bebas untuk belajar, berinteraksi, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri sesuai bakatnya. Pendekatan seperti ini sangat baik untuk membangun mental yang kuat dan karakter yang baik bagi masa depan mereka,” ujar Wali Kota.
Sebagai informasi, Rumah Kacili hadir di tengah masyarakat sebagai wadah pembelajaran alternatif dan ruang kolaborasi bagi para pemerhati pendidikan anak. Mengusung konsep kurikulum yang berpusat pada kebutuhan anak, metode yang diterapkan sangat menghargai keunikan serta potensi masing-masing individu tanpa memaksakan target pencapaian di luar minat dan tahapan perkembangan mereka.
Melalui berbagai program edukatif dan rekreatif yang melibatkan anak dan orang tua, komunitas ini bertekad menciptakan lingkungan yang ramah anak dan keluarga. Ke depannya, Rumah Kacili diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Kota Palu, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berkarakter mulia.(*rls)














