Foto- dok.ist
SULTENGMEMBANGUN.id, Poso – Kelangkaan pasokan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram masih menjadi masalah yang dikeluhkan masyarakat di wilayah Poso Pesisir Utara dan sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Poso. Kondisi ini telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir, terhitung sejak awal Mei hingga pertengahan Juni 2026, sehingga sangat menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga sehari-hari.
Berdasarkan keterangan Ika, salah seorang warga desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara, katanya untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kg, mereka harus berkeliling hingga ke beberapa desa dan kecamatan terdekat, mengingat stok di pangkalan resmi maupun pengecer di lingkungan tempat tinggal sering kali kosong. Jika pun tersedia, harga jual di tingkat pengecer melonjak cukup jauh di atas harga eceran yang telah ditetapkan pemerintah. Di kawasan Poso Kota dan sekitarnya, harga elpiji 3 kg bahkan sempat dijual hingga mencapai kisaran Rp75.000 per tabung akibat ketatnya pasokan yang masuk ke daerah tersebut.
Kelangkaan ini tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga biasa, tetapi juga sangat mengganggu kelangsungan usaha para pelaku UMKM dan pedagang kecil yang mengandalkan elpiji 3 kg sebagai sumber energi utama. Keterbatasan pasokan dan lonjakan harga ini pun memicu keresahan di tengah masyarakat, karena aktivitas sehari-hari maupun pendapatan usaha menjadi terhambat.
Hingga berita ini diturunkan, per 11 Juni 2026, pihak penyalur resmi, yaitu PT Arab Trio, belum memberikan pernyataan maupun penjelasan resmi mengenai penyebab terganggunya distribusi elpiji 3 kilogram di seluruh wilayah Kabupaten Poso.
Masyarakat pun berharap pihak terkait, baik penyalur maupun instansi pemerintah yang berwenang, dapat segera merespons keluhan ini. Warga meminta penjelasan yang jelas serta langkah nyata untuk memperlancar kembali aliran pasokan. Selain itu, pengawasan yang lebih ketat terhadap penyaluran gas bersubsidi dinilai sangat diperlukan agar barang ini dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran, tidak hanya bagi rumah tangga tetapi juga pelaku usaha kecil yang membutuhkannya. Berbagai aspirasi tersebut terus disampaikan kepada pemerintah daerah agar masalah ini segera mendapatkan solusi yang konkret.(Pian)













