Pengukuhan Pengurus DPD PPAKN Sulteng dirangkaikan dengan Gelar Kontes Ketangkasan Ayam. F-dok.ist
SULTENGMEMBANGUN.id, PALU – Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) kini resmi memiliki kepengurusan di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu. Organisasi yang telah berbadan hukum ini hadir sebagai wadah bagi para pencipta, pengembang, hingga pencinta ayam kontes dan ayam hias untuk menyalurkan hobi secara positif dan legal.
Dalam rangka memperkenalkan keberadaannya, DPD PPAKN Sulawesi Tengah menggelar dua kegiatan sekaligus, yaitu Kontes Ketangkasan Ayam dan Pengukuhan Pengurus DPD PPAKN Sulteng. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (30–31 Mei 2026).

Ketua DPD PPAKN Sulteng, Herman Adnyana Saputra SH, menjelaskan bahwa pengukuhan pengurus baru dilaksanakan pada hari pertama kegiatan, kemudian dirangkaikan dengan ajang pertandingan ketangkasan ayam.
“Kami baru saja dikukuhkan pada Sabtu kemarin, dan langsung kami rangkaikan dengan kontes ini agar masyarakat langsung melihat bagaimana kegiatan kami yang sesungguhnya,” ujar Herman saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (31/05/2026).
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dari Kesbangpol dan Dinas Pariwisata, perwakilan Polresta Palu melalui Babinkamtibmas Polsek Palu Selatan, serta anggota DPRD Sulteng. Bahkan, undangan juga telah disampaikan kepada pihak Polda Sulteng.

Sebelumnya, lanjut Herman, pihaknya juga sudah melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan daerah. “Kami sudah sowan ke Gubernur, dan saat itu diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido, karena Gubernur berhalangan hadir. Kami juga sudah menyurat ke Polda terkait kegiatan ini untuk menegaskan bahwa semua yang kami lakukan adalah legal, dibuktikan dengan Surat Keputusan dari PPAKN Pusat dan sudah terdaftar di Kesbangpol Sulteng sejak Februari 2026,” jelasnya.
Pada ajang kontes ketangkasan ayam kali ini, panitia telah membuka pendaftaran sejak sebulan sebelum kegiatan berlangsung. Sebanyak 24 ekor ayam dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti pertandingan.
Setiap ayam yang bertanding terlebih dahulu menjalani pengecekan, termasuk penimbangan untuk menentukan klasifikasi atau kelasnya. “Sama seperti ajang tinju, ada pembagian kelas. Nah kalau ayam, dinilai dari berdasarkan bobot ayam agar persaingan berjalan adil dan sehat,” terang Herman.
Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp1 jutaan, yang seluruhnya digunakan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan agar berjalan lancar dan tertib.
Poin penting yang ditekankan Herman adalah bahwa ajang ini sama sekali bukan ajang perjudian, melainkan murni sebagai wadah penyaluran hobi dan kreativitas. Pihaknya ingin menghapus stigma negatif di masyarakat yang selama ini menganggap semua kegiatan yang berkaitan dengan pertandingan ayam selalu identik dengan judi sabung ayam.
“Kami ingin mengubah pandangan itu. Melalui PPAKN, kami buktikan bahwa kegiatan terkait ayam bisa memberikan nilai positif, bahkan bisa mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Mulai dari pedagang pakan, obat-obatan ayam, hingga pelaku usaha kerajinan untuk kebutuhan ayam, semuanya bisa terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Herman menambahkan, keberadaan PPAKN Sulteng yang resmi dan terdaftar diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh pencinta ayam di daerah ini untuk berkarya dan mengembangkan hobinya tanpa harus terjerat hal-hal yang melanggar hukum.
“Kami ingin membawa hobi ini ke ranah yang lebih baik, yaitu kompetisi seni dan adu ketangkasan yang beretika. Bukan lagi soal perjudian, tapi soal kebanggaan dan prestasi,” pungkas Herman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari PPAKN Pusat yang datang langsung dari Jakarta, Jendry Nender. Kehadirannya untuk mengukuhkan pengurus DPD PPAKN Sulteng sekaligus menandakan dukungan penuh dari pusat terhadap perkembangan organisasi di daerah.(Nila)












